Jaipur – Pemerintah Indonesia mendesak negara-negara anggota BRICS untuk segera memulihkan kepercayaan global terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai penurunan kredibilitas WTO saat ini menjadi hambatan serius bagi terciptanya sistem perdagangan multilateral yang adil.
“Membangun kembali kepercayaan terhadap WTO harus menjadi prioritas kita bersama,” tegas Budi dalam Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS di Jaipur, India, Jumat (7/8).
Ia menekankan bahwa penguatan fungsi perundingan dan penciptaan persaingan usaha yang setara harus menjadi fokus utama dalam agenda WTO ke depan.
Menurut Budi, mekanisme Special and Differential Treatment (S&DT) perlu dioptimalkan agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan masing-masing negara berkembang.
Selain isu WTO, Indonesia juga menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai global sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional.
Budi memaparkan bahwa Indonesia telah mengusulkan empat langkah strategis, mulai dari peningkatan konektivitas infrastruktur hingga penyederhanaan prosedur perdagangan.
“Untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan, Indonesia telah mengembangkan sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA),” jelasnya.
Sistem tersebut memungkinkan eksportir memanfaatkan tarif preferensi secara otomatis sehingga produk lokal mampu bersaing lebih efektif di pasar global.
Terkait akses pembiayaan UMKM, pemerintah mendorong tiga prioritas utama, yakni peningkatan literasi keuangan, perluasan inklusi digital, serta diversifikasi program pembiayaan yang fleksibel.
Budi menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan cloud computing kini menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha.
Ia berharap kerja sama antarnegara BRICS dapat mendorong interoperabilitas teknologi yang tetap selaras dengan regulasi hukum nasional masing-masing negara.
Pemerintah meyakini bahwa sistem perdagangan berbasis aturan yang inklusif akan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha untuk tumbuh melampaui pasar domestik.






















