Menteri PUPR Andalkan Data BPS: Program Perumahan Lebih Terarah?

persen

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri akad massal untuk 25.000 rumah subsidi pada Senin, 29 September mendatang. Acara ini menjadi sorotan sebagai bukti nyata ekosistem perumahan yang berjalan baik berkat dukungan data kredibel, sebagaimana disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menekankan peran vital data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan perumahan bersubsidi nasional. Ia menyebutkan, Presiden Prabowo telah mengarahkan setiap kementerian untuk selalu menjadikan data BPS sebagai rujukan utama.

“Mungkin kementerian yang paling banyak menggunakan data BPS adalah Kementerian PKP,” ujar Ara melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 27 September 2025. Ia berharap BPS dapat semakin kredibel dan mampu mempertanggungjawabkan setiap data yang dirilis, terutama untuk program perumahan.

Politikus Partai Gerindra ini mencontohkan keberhasilan Kementerian PKP yang melampaui target dengan 60.000 buruh telah menerima rumah subsidi. “Ini semua berkat basis data yang kuat dari BPS,” tegasnya.

Menurut Ara, data resmi dari BPS bermanfaat bagi berbagai pihak, mulai dari investor, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga kalangan intelektual yang ingin memberikan kritik atau apresiasi. Saat menghadiri Anugerah Hari Statistik Nasional 2025, Ara menyatakan keyakinannya bahwa BPS berada di jalur yang benar dan mendoakan agar tetap menjadi acuan utama pembangunan nasional.

Rekomendasi