OJK Pastikan Satu Bank Syariah Baru Hadir Tahun Ini

persen

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan lahirnya satu bank umum syariah (BUS) baru hasil proses spin-off pada tahun ini. Kehadiran entitas baru ini diharapkan mampu memperkokoh struktur industri perbankan syariah nasional, khususnya dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi pilar pertama Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI), yakni penguatan struktur dan ketahanan industri.

Selain fokus pada bank umum, OJK juga tengah mengawal konsolidasi pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. Proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah ditargetkan akan menghasilkan sembilan entitas baru yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

Penguatan struktur ini dilakukan di tengah performa industri yang terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, aset perbankan syariah tercatat tumbuh dua digit sebesar 10,49 persen secara tahunan (yoy) dengan nilai mencapai Rp 1.061,61 triliun.

Dian merinci, pertumbuhan tersebut juga didorong oleh peningkatan pembiayaan sebesar 9,82 persen menjadi Rp 716,4 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 11,14 persen menjadi Rp 811,76 triliun. Kinerja positif ini turut didukung oleh rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang mencapai 87,65 persen, menandakan kontribusi kuat bagi sektor riil.

Dari sisi kualitas, perbankan syariah mampu menjaga tingkat risiko dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross di level 2,28 persen dan NPF net sebesar 0,87 persen.

Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat, OJK juga mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM oleh industri perbankan syariah telah menyentuh angka Rp 217,86 triliun. Upaya ini menjadi bagian dari strategi OJK untuk memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.

Rekomendasi