Pameran Beyond the Cage Soroti Kesejahteraan Ayam dan Keamanan Pangan

Rayhan Akhari

Pameran Beyond the Cage Soroti Kesejahteraan Ayam dan Keamanan Pangan

Jakarta – Isu kesejahteraan hewan dalam industri peternakan ayam petelur akan menjadi sorotan utama dalam pameran seni imersif bertajuk Beyond the Cage.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 7 September 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Penyelenggara acara, Act For Farmed Animals (AFFA), merancang pameran ini untuk menyingkap realitas di balik produksi telur yang selama ini luput dari perhatian konsumen.

Pengunjung akan diajak menelusuri bagaimana telur diproduksi sebelum sampai ke tangan pelaku bisnis pangan, mulai dari hotel, restoran, hingga toko roti.

Salah satu fokus utama pameran adalah edukasi mengenai penggunaan sistem kandang baterai.

Data AFFA menunjukkan bahwa dalam sistem tersebut, seekor ayam hanya mendapatkan ruang sekitar 450 sentimeter persegi.

Luas tersebut bahkan lebih kecil dibandingkan ukuran selembar kertas A4.

Kondisi ruang yang sangat terbatas ini menghambat ayam untuk melakukan perilaku alaminya.

Ayam kesulitan untuk sekadar mengepakkan sayap, bertengger, bersosialisasi, atau melakukan aktivitas mandi debu.

Pernyataan serupa mengenai keterbatasan ruang gerak ayam dalam sistem kandang juga didukung oleh catatan RSPCA.

Selain aspek kesejahteraan hewan, AFFA menekankan bahwa isu ini berkaitan erat dengan keamanan pangan nasional.

Kajian European Food Safety Authority (EFSA) pada 2019 mengindikasikan bahwa risiko Salmonella cenderung lebih rendah pada sistem pemeliharaan non-kandang dibandingkan sistem kandang.

Di Indonesia, temuan penelitian dari Universitas Gadjah Mada memperkuat urgensi perbaikan manajemen peternakan.

Penelitian tersebut mendeteksi adanya isolat Salmonella yang resisten terhadap antibiotik pada telur yang beredar di pasaran.

Hal ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri untuk memperbaiki tata kelola rantai produksi secara menyeluruh.

AFFA mendorong transisi menuju sistem cage-free atau pemeliharaan tanpa kandang baterai sebagai solusi yang lebih ideal.

Sistem cage-free memberikan keleluasaan bagi ayam untuk bergerak lebih bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya.

Perubahan ini dinilai bergantung pada kebijakan pengadaan telur oleh perusahaan skala besar.

Sektor perhotelan, ritel, dan produsen makanan memiliki peran strategis dalam menekan permintaan pasar akan telur yang diproduksi secara etis.

Sepanjang periode 2019-2024, AFFA telah berhasil mendorong 15 perusahaan untuk mengadopsi kebijakan cage-free.

“Telur sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi sistem di balik produksinya hampir tidak pernah terlihat oleh konsumen. Beyond the Cage ingin membawa persoalan itu ke ruang publik,” ujar Pemimpin Kampanye Act For Farmed Animals, Elfha Shavira, Sabtu (29/8/2026).

Ia menambahkan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat diharapkan dapat memperkuat percakapan mengenai tanggung jawab perusahaan.

Pameran ini mengusung konsep perjalanan bertajuk Learn, Feel, Hope, dan Act.

Kolaborasi dengan seniman Inkomee dilakukan untuk memvisualisasikan data investigasi agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Acara ini terbuka bagi publik tanpa dipungut biaya dan diharapkan mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam diskusi sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar