Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan ini dengan performa yang lesu.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,05% atau turun 3,62 poin ke posisi 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026).
Pelemahan ini terjadi seiring dengan aksi jual masif yang dilakukan oleh para investor asing di pasar modal domestik.
Secara akumulatif, investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 482,24 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual tersebut turut memengaruhi volatilitas IHSG yang sepanjang sesi perdagangan bergerak di rentang 6.495 hingga 6.566.
Sentimen negatif di pasar terlihat dari dominasi saham-saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan dengan saham yang berhasil mencatatkan penguatan.
Tercatat sebanyak 328 saham ditutup di zona merah atau melemah.
Sementara itu, hanya 276 saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan mencatatkan penguatan.
Adapun sebanyak 188 saham lainnya berakhir dengan posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan hari ini tergolong cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 35,30 miliar saham.
Total nilai transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 15,14 triliun.
Besarnya nilai jual bersih asing menunjukkan adanya kecenderungan aksi ambil untung atau rebalancing portofolio oleh investor global menjelang akhir pekan.
Terdapat sepuluh emiten yang menjadi sasaran utama aksi jual oleh investor asing pada perdagangan hari ini.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memuncaki daftar saham dengan net sell terbesar, yakni mencapai Rp 166,51 miliar.
Di posisi kedua, investor asing melepas saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai Rp 76,51 miliar.
Selanjutnya, saham PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 67,42 miliar.
Aksi lepas saham juga menyasar PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 61,88 miliar.
Peringkat kelima ditempati oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net sell sebesar Rp 54,2 miliar.
Investor asing juga terpantau mengurangi kepemilikan pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 51,37 miliar.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut dilepas dengan nilai transaksi bersih Rp 40,58 miliar.
Berikutnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 30,02 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul dengan nilai jual bersih Rp 28,26 miliar.
Terakhir, PT United Tractors Tbk (UNTR) melengkapi daftar sepuluh saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 23,33 miliar.
Data tersebut menunjukkan dominasi sektor komoditas dan tambang dalam daftar pelepasan aset oleh investor asing pada penutupan sesi perdagangan Jumat ini.




















