Jakarta – Pemerintah menargetkan penyerapan gabah setara beras sebesar 4 juta ton pada tahun 2026. Target ini lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 3 juta ton.
Peningkatan target ini didorong oleh keyakinan akan meningkatnya produksi padi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, target tersebut diperuntukkan bagi BULOG dan akan dikolaborasikan dengan berbagai pihak.
“Peningkatan produksi menjadi modal utama,” ujar Mentan, merujuk pada rilis BPS yang memperkirakan luas tanam Januari-Februari 2026 mencapai 1,55 juta hektare dengan potensi produksi beras 4,78 juta ton.
Mentan menekankan pentingnya sinergi dari hulu hingga hilir untuk mencapai target.
“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal,” tegasnya.
Bukittinggi – BULOG Bukittinggi mulai merealisasikan penyerapan gabah dan beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2026 di Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Kepala Cabang BULOG Bukittinggi, Romi Victa Rose, menargetkan penyerapan 1.854 ton gabah dan 678 ton beras (setara 1.620 ton beras) tahun ini.
“Sejumlah daerah di tujuh kabupaten dan kota wilayah kerja BULOG Cabang Bukittinggi telah memasuki masa panen,” kata Romi, Kamis (12/2).
Hingga saat ini, BULOG Bukittinggi telah menyerap 201 ton gabah dari petani dan gapoktan di Pasaman Barat dan Pasaman.
BULOG bersinergi dengan PPL dan Babinsa TNI untuk memantau daerah panen.
Harga pembelian pemerintah ditetapkan Rp12.000 per kilogram untuk beras dan Rp6.500 per kilogram untuk gabah yang memenuhi usia panen. Program ini berlangsung hingga Desember 2026.
Secara nasional, target pengadaan gabah dan beras pada 2026 adalah 4 juta ton setara beras untuk memperkuat CBP.





















