Jakarta – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) berhasil mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan same store sales growth (SSSG) mencapai 2,2% secara tahunan (year on year/yoy).
Data tersebut menunjukkan adanya pemulihan performa ritel perusahaan setelah pada periode yang sama tahun lalu sempat mengalami kontraksi sebesar 2,9% yoy.
Capaian pertumbuhan sepanjang semester I-2026 ini berada dalam rentang target manajemen perseroan yang dipatok di kisaran 2% hingga 4% untuk keseluruhan tahun 2026.
Kinerja penjualan pada bulan Juni 2026 mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 2,7% yoy, sebuah perbaikan besar dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun lalu yang sempat terkoreksi hingga minus 4,8% yoy.
Kontribusi utama pertumbuhan SSSG selama enam bulan pertama tahun ini didorong oleh performa toko di wilayah Jakarta yang meningkat 4,4% yoy.
Sementara itu, wilayah Jawa di luar Jakarta mencatatkan kenaikan sebesar 3% yoy, sedangkan pasar di luar Pulau Jawa mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,3% yoy.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia, Abida Massi Armand, mengungkapkan bahwa realisasi SSSG tersebut mencerminkan adanya pemulihan yang nyata pada lini bisnis ritel perusahaan.
“Akselerasi pembukaan toko di semester II-2026 dengan target 25-30 toko AZKO baru dan 40-50 toko NEKA menjadi katalis pertumbuhan yang lebih kuat dari semester I, didukung kenaikan basket size 10% YoY yang mencerminkan perbaikan spending quality konsumen,” ujar Abida dikutip dari keterangan resmi, Senin (20/7/2026).
Menurut Abida, ekspansi jaringan toko AZKO dan NEKA pada kuartal III hingga kuartal IV-2026 akan menjadi motor penggerak utama untuk menjangkau wilayah luar Jakarta yang memiliki potensi pasar luas.
Selain ekspansi, strategi penyesuaian harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) diproyeksikan mampu menjaga laju pendapatan tetap stabil di atas pertumbuhan SSSG.
Faktor pendukung lainnya adalah adanya low base effect dari kinerja semester II-2025 yang membuat perbandingan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini berpotensi terlihat lebih impresif.
Di sisi lain, perusahaan masih harus mewaspadai beberapa tantangan makroekonomi yang membayangi sektor ritel domestik.
Trafik pengunjung di pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah Jakarta, saat ini masih terpantau bergerak moderat.
Selain itu, beban pengeluaran musiman masyarakat seperti biaya pendidikan masih menekan alokasi belanja untuk barang-barang diskresioner.
Daya beli kelas menengah juga dinilai belum sepenuhnya pulih sepenuhnya, terutama dengan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang bertahan di level 5,75%.
Meski menghadapi tantangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas tetap menyematkan rekomendasi beli (buy) untuk saham ACES dengan target harga di level Rp 450 per lembar saham.
Valuasi saham ACES saat ini dinilai menarik karena diperdagangkan pada price to earnings (PE) sekitar 8,2 kali estimasi laba tahun 2026, atau 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata historis tiga tahun.
“Pemulihan SSSG yang konsisten, akselerasi ekspansi toko NEKA ke segmen value, dan revenue growth 6,1% YoY yang tetap solid menjadikan ACES pilihan menarik di sektor ritel saat ini,” tutup Abida.




















