Jakarta – Serikat Petani Indonesia (SPI) memulai Karavan Solidaritas Petani untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Karavan dilepas pada Jumat (2/1/2026) di Kantor DPP SPI, Jakarta.
Sekretaris Umum SPI, Wahyudi Rakib, melepas langsung Karavan Solidaritas tersebut.
SPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama petani dan masyarakat desa yang terdampak bencana.
Karavan Solidaritas ini dilaksanakan oleh Bakti (Badan Aksi Tani) SPI.
Bakti SPI bergerak dalam kerja-kerja solidaritas, kemanusiaan, dan respon bencana.
Tim Karavan Solidaritas Bakti SPI dipimpin oleh Zulfikar, Ketua Departemen Advokasi dan Bakti DPP SPI, bersama Angga Fajar, Ketua Departemen Organisasi sekaligus Anggota DPP SPI.
Karavan ini merupakan upaya melanjutkan solidaritas yang telah dijalankan SPI sejak bencana terjadi.
Karavan membawa bantuan yang dihimpun dari petani anggota SPI di berbagai wilayah.
Sejak keberangkatan, mobil karavan telah memuat bantuan dari petani SPI di Indramayu dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong petani yang dikumpulkan secara mandiri sebagai bentuk solidaritas lintas wilayah.
Karavan bergerak menuju Banten untuk memuat bantuan dari petani SPI Banten, kemudian melanjutkan perjalanan ke Lampung.
Perjalanan dilanjutkan ke Sumatera Selatan, sebelum menuju Jambi sebagai titik konsolidasi berikutnya.
Di Jambi, karavan akan memuat tambahan bantuan yang berasal dari basis petani SPI di Bengkulu.
Selanjutnya, karavan akan melanjutkan perjalanan ke Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga akhirnya tiba di Aceh.
Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menegaskan bahwa Karavan Solidaritas ini memiliki makna penting bagi penguatan solidaritas di kalangan petani dan masyarakat desa.
“Bagi SPI, ajakan dan gerakan ini sangat penting untuk menumbuhkan solidaritas di antara petani dan masyarakat desa,” ujar Henry.
Henry berharap Karavan Solidaritas SPI ini dapat memperluas dukungan dari basis-basis petani dan masyarakat desa yang akan disinggahi sepanjang perjalanan.
“Kami berharap karavan ini dapat memperbesar dukungan dari saudara-saudara kita petani dan masyarakat desa, khususnya SPI di Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau,” tambahnya.
Henry menegaskan bahwa Karavan Solidaritas ini merupakan kelanjutan dari kerja-kerja solidaritas yang telah dilakukan SPI sejak bencana terjadi.
“Bagi SPI, ini adalah kelanjutan dari solidaritas yang sudah kita lakukan sejak bencana banjir terjadi,” jelasnya.
Melalui Karavan Solidaritas ini, Bakti SPI bersama seluruh struktur dan anggota SPI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan kerja-kerja solidaritas petani.




















