New York – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB ke-80 pada Selasa, 23 September 2025, menempati urutan ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat. Pidato tersebut, menurut Prabowo, disambut positif banyak negara karena sikap Indonesia yang dianggap realistis dan seimbang dalam mendorong perdamaian dunia, khususnya di Gaza.
Selama kunjungan di New York, Prabowo juga mengikuti sejumlah pertemuan penting. Ia menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara, serta Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Prabowo juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Bill Gates, pendiri Gates Foundation, yang dianugerahi tanda kehormatan oleh Presiden.
Namun, kunjungan Prabowo ke New York juga memicu sorotan. Akun media sosial Bareng Warga melaporkan dugaan menginapnya rombongan presiden di Hotel Aman New York, dengan biaya menginap yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per malam. Tempo mencatat harga kamar di hotel tersebut berkisar antara US$ 2.000 hingga US$ 6.000 per malam.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menolak berkomentar terkait hal tersebut. Ia juga membantah tudingan Istana mengatur wawancara wartawan dengan diaspora Indonesia di Amerika Serikat, termasuk Glory Lamria yang mengunggah momen berenang di Hotel Aman New York di media sosialnya. Akun Instagram Glory saat itu terkunci dan belum merespon konfirmasi Tempo. Bareng Warga menduga wawancara dengan diaspora telah diatur oleh wartawan Istana.






















