Purbaya Dorong Bank Percepat Kredit ke Sektor Riil

persen

purbaya-‘paksa’-perbankan-lebih-agresif-salurkan-kredit-ke-sektor-riil
Purbaya ‘Paksa’ Perbankan Lebih Agresif Salurkan Kredit ke Sektor Riil

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor riil untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. Ia menilai dorongan dari sektor keuangan diperlukan agar dunia usaha tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Purbaya mengatakan pemerintah tidak semata mengandalkan stimulus fiskal. Menurut dia, kebijakan dari sektor keuangan juga harus diperkuat agar pembiayaan bagi pelaku usaha berjalan lebih lancar.

“Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukan hanya stimulus saja, ada berbagai cara misalnya kita paksakan perbankan kerja,” ujar Purbaya usai menghadiri International Seminar on Debottlenecking Channel di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5).

Ia menjelaskan, langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperluas akses pembiayaan untuk sektor riil, termasuk industri yang berorientasi ekspor. Purbaya menyebut kemudahan akses kredit menjadi salah satu kunci agar aktivitas ekonomi tetap bergerak.

“Artinya apa? Dia memberikan kemudahan akses ke sektor riil. Apalagi sekarang banknya punya Danantara, satu komando. Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana,” katanya.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan memaksa bank menyalurkan kredit. Namun, pemerintah akan memastikan mekanisme pasar di sektor finansial bekerja lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan.

“Yang saya kerjakan bukan saya paksa banknya minjem, tapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial,” ujarnya.

Selain kredit perbankan, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi industri padat karya serta sektor ekspor seperti tekstil, furnitur, dan sepatu. Langkah ini diarahkan untuk menjaga daya saing industri di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Purbaya mengatakan akan kembali menggelar rapat dengan pelaku industri dalam waktu dekat. Pertemuan itu akan membahas akses pendanaan yang lebih murah dan kompetitif.

“Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat supaya mereka punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia,” katanya.

Dengan skema pembiayaan tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 tetap bisa berada di atas 5 persen.

“Di kuartal III dan IV akan di atas 5,5 persen. Saya mendorong ke arah 6 persen,” ujar Purbaya.

Rekomendasi