Bandung – Warga Bandung menghadapi tantangan akses layanan kesehatan selama libur Lebaran 2026. Banyak puskesmas tutup selama cuti bersama 18-24 Maret 2026.
Kondisi ini menyulitkan warga mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama.
Seorang warga Bandung mengungkapkan pengalamannya. “Saya KTP masih Kota Bandung dan anak saya faskes pertama di Puskesmas Sarijadi. Saat akan berobat untuk cacar air anak saya, ternyata puskesmas tutup.”
Warga tersebut kemudian mencoba ke Puskesmas Ciwaruga KBB, namun juga tutup.
Akibatnya, warga terpaksa berobat ke klinik swasta dengan biaya lebih mahal.
Penelusuran menunjukkan Puskesmas Sarijadi dan Ciwaruga tutup mengikuti kebijakan cuti bersama pemerintah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan puskesmas seharusnya tetap buka.
“Puskesmas itu harus buka. Memang kewenangannya itu di bupati dan wali kota, tapi saya sudah menyampaikan ke mereka untuk tetap melaksanakan kegiatan layanan,” ujarnya.
Pemprov Jabar meminta pemda agar puskesmas tetap beroperasi selama Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat menjelaskan operasional puskesmas mengikuti instruksi Kemenkes.
“Jadi betul harus buka, tapi tergantung puskesmasnya lokasinya di jalur mudik dan wisata itu harus, serta ada posko posko kesehatan kita sesuai aturan,” kata Vini.
Puskesmas di jalur mudik dan kawasan wisata diharapkan tetap buka. Di luar jalur utama, masyarakat diarahkan ke fasilitas kesehatan lain seperti klinik swasta.
Kondisi ini menunjukkan kesenjangan layanan kesehatan saat libur panjang.




















