Satgas Percepatan Rehabilitasi Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana

persen

Jakarta – Pemerintah memprioritaskan aspek kualitas dan ketahanan bangunan dalam percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski kebutuhan mencapai puluhan ribu unit, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menegaskan bahwa proses konstruksi tidak bisa dilakukan terburu-buru demi menjamin keamanan jangka panjang bagi warga terdampak.

Hingga 11 Mei 2026, sebanyak 357 unit huntap telah rampung dikerjakan. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 43,9 persen dalam kurun waktu tiga hari, setelah sebelumnya tercatat 248 unit pada 8 Mei 2026. Saat ini, sebanyak 996 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan aktif di lapangan.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menjelaskan bahwa durasi pembangunan huntap memang lebih lama dibandingkan hunian sementara (huntara). Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap unit memenuhi standar kelayakan hunian tetap yang aman bagi masyarakat.

“Huntap ini memang punya tahapan yang agak panjang untuk menjamin kualitas tempat tinggal karena sebagai hunian tetap, tidak bisa langsung kita paksakan untuk tuntas dalam waktu dekat seperti halnya huntara,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah telah memastikan seluruh penyintas mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak selama proses pembangunan huntap berlangsung. Pihaknya terus mendorong percepatan penyelesaian unit-unit tersebut sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Huntap ini didorong untuk bisa secepatnya selesai. Tentunya dalam tahapan kualitas tetap terjaga. Ada tahapan-tahapan untuk menjamin kualitas dan juga proses,” tegas Amran.

Secara rinci, total kebutuhan huntap di tiga provinsi tersebut mencapai 39.335 unit. Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan tertinggi yakni 28.910 unit, diikuti Sumatera Utara sebanyak 7.601 unit, dan Sumatera Barat sebanyak 2.824 unit.

Progres pembangunan saat ini tersebar di tiga wilayah tersebut. Di Aceh, 108 unit telah selesai dan 719 unit dalam proses. Di Sumatera Utara, 227 unit telah rampung dan 225 unit sedang dikerjakan. Sementara di Sumatera Barat, 22 unit telah selesai dengan 52 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Proyek ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BNPB, pemerintah daerah, serta dukungan dari organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kadin Indonesia.

Rekomendasi