Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Morgan, Parupuk Tabing, Kota Padang, Sabtu (20/12/2025).
Aksi ini menyasar tumpukan kayu dan sampah akibat bencana hidrometeorologi. Tujuannya, agar nelayan bisa kembali beraktivitas normal.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, memimpin langsung kegiatan ini.
Ribuan personel gabungan dari berbagai instansi turut serta. TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan pantai.
Mahyeldi menegaskan, pembersihan material kayu sangat penting untuk keselamatan nelayan.
“Kalau dilakukan bersama-sama, nelayan bisa kembali melaut dengan aman,” kata Mahyeldi.
Pembersihan pantai sudah dilakukan bertahap selama sepekan terakhir. Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Sumbar berkoordinasi untuk mempercepat prosesnya.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi bantuan Kemenhut berupa empat ekskavator dan armada angkut.
“Dengan dukungan ini, proses pembersihan berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Mahyeldi juga menyoroti pentingnya aturan yang jelas terkait pengelolaan kayu sisa bencana. Hal ini untuk mencegah masalah hukum di kemudian hari.
Wamen Kehutanan, Rohmat Marzuki, menjelaskan bahwa pemanfaatan kayu tersebut diatur melalui Instruksi Presiden dan Surat Edaran Menteri Kehutanan tertanggal 8 Desember 2025.
“Pemerintah daerah dapat memanfaatkan material kayu tersebut untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelas Rohmat.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Sumbar dalam pemulihan pascabencana.




















