Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait penggunaan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi antar pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Acara yang berlangsung di Auditorium Gubernuran, Kamis (26/3/2026), dihadiri oleh jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Sumatera Barat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya pengelolaan TKD, terutama dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di daerah.
Mahyeldi menyebut rakor ini sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan pemahaman Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam mengelola tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Melalui rakor ini, kita ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Sekretaris Itjen Kemendagri, Bachri Bakri, mengungkapkan bahwa alokasi TKD tahun 2026 untuk sejumlah daerah di Sumatera, termasuk Sumbar, tidak mengalami pemotongan dan dikembalikan setara dengan tahun sebelumnya.
Total tambahan TKD untuk Sumbar, Sumatera Utara, dan Aceh mencapai sekitar Rp10,6 triliun. Sumatera Barat sendiri memperoleh alokasi sekitar Rp1,65 triliun.
Bachri berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan publik, terutama di wilayah terdampak bencana.
Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah juga diminta melakukan pemetaan kebutuhan secara akurat agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
Selain itu, langkah mitigasi risiko perlu disiapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Penguatan pengawasan juga menjadi perhatian utama. Kepala daerah diminta mengoptimalkan peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk melakukan pendampingan dan pengawasan berbasis risiko.
Diharapkan, melalui rakor ini, pemerintah pusat dan daerah memiliki kesamaan langkah dalam memastikan pemanfaatan TKD berjalan efektif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.




















