Bandung – Perubahan lanskap bisnis yang dipicu oleh akselerasi transformasi digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) menuntut strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih adaptif.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Corporate University (Telkom CorpU) merespons dinamika ini dengan menggelar forum CorpU Association Insight.
Kegiatan yang berlangsung di Telkom Corporate University, Bandung, tersebut mengusung tema “From Learning to Impact: Driving Workforce Transformation through Integrated Talent Ecosystem and Hyper-Personalized Learning”.
Forum ini menjadi titik temu bagi para praktisi SDM, pemimpin Corporate University, serta pengelola pengembangan talenta lintas organisasi.
Para peserta memanfaatkan ruang diskusi tersebut untuk berbagi wawasan mengenai praktik terbaik dalam membangun ekosistem talenta yang terintegrasi secara komprehensif.
Fokus utama dari penyelenggaraan forum ini adalah menggeser paradigma pengembangan SDM dari sekadar pembelajaran rutin menuju penciptaan dampak nyata bagi kinerja organisasi.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menekankan pentingnya sinergi antara transformasi bisnis dengan kesiapan talenta di lapangan.
“Di era transformasi digital dan AI, organisasi membutuhkan talenta yang agile dan siap menghadapi perubahan,” ujar Willy sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (21/7).
Menurutnya, integrasi antara aspek pembelajaran, pengelolaan talenta, dan pengembangan karier menjadi kunci utama dalam satu ekosistem yang kohesif.
“Karena itu, learning, talent, dan career development perlu terintegrasi dalam satu ekosistem sehingga mampu mempercepat pengembangan kapabilitas, meningkatkan kesiapan talenta, serta memberikan dampak nyata bagi pencapaian strategi bisnis,” tambah Willy.
Senada dengan pernyataan tersebut, Senior General Manager Telkom Corporate University, M. Subhan Iswahyudi, menggarisbawahi pergeseran peran Corporate University di era modern.
“Corporate University tidak lagi sekadar menyelenggarakan pembelajaran, tetapi menjadi strategic partner dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi,” tutur Subhan.
Ia menambahkan bahwa forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar praktisi untuk melahirkan pendekatan SDM yang lebih terukur dan adaptif.
“Melalui forum ini, Telkom CorpU ingin memperkuat kolaborasi antar praktisi sekaligus mendorong lahirnya pendekatan pengembangan SDM yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada dampak,” jelas Subhan.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam forum tersebut adalah penerapan metode Hyper-Personalized Learning.
Metode ini memungkinkan organisasi memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan secara khusus dengan peran, kompetensi, serta kebutuhan pengembangan masing-masing individu.
Pendekatan ini dinilai sangat efektif dalam mempercepat proses upskilling dan reskilling karyawan di tengah perubahan pasar yang sangat dinamis.
Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan komitmen Telkom dalam mengawal transformasi digital di Indonesia melalui penguatan kapabilitas SDM yang berkelanjutan.
Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan global di masa depan.























