Telur untuk MP-ASI Melonjak, Pemerintah Genjot Produksi Nasional

persen

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan aman. Pasokan telur ayam ras dalam negeri diklaim mampu mencukupi kebutuhan program ambisius tersebut.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan produksi telur ayam ras nasional saat ini mencapai 6,561 juta ton per tahun. Sementara, kebutuhan MBG diperkirakan hanya 127,3 ribu ton atau 1,96 persen dari total produksi.

“Stok telur kita secara nasional banyak. Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).

Bahkan, Bapanas memproyeksikan stok akhir tahun telur ayam ras akan melonjak 154,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 74,5 ribu ton.

Meski demikian, pemerintah tetap akan memantau harga telur ayam ras agar tetap berada di rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, yakni Rp 30.000 per kilogram.

Astawa mengungkapkan, Bapanas rutin berkoordinasi dengan peternak. Para peternak, kata dia, berkomitmen menjual telur di kisaran Rp 22.000–25.000 per kilogram, sehingga pedagang diharapkan dapat menjual sesuai HAP.

Pantauan di situs Bapanas menunjukkan harga telur ayam secara nasional saat ini berada di Rp 31.247 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Papua Selatan, mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Astawa menjelaskan fluktuasi harga telur ayam bersifat musiman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun ia mengakui program MBG turut memberikan pengaruh.

“Kalau saya melihat program MBG, ada pengaruhnya tapi sedikit. Saat ini namanya sedang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), demand-nya naik hingga ada kenaikan,” pungkasnya.

Rekomendasi