Tembus Rp 1,2 Triliun, Begini Cara Investasi SR025 Kupon 6,9%

Ikhwan Setiawan

Tembus Rp 1,2 Triliun, Begini Cara Investasi SR025 Kupon 6,9%

Jakarta – Minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah menunjukkan tren positif pada awal pekan ini. Hingga Senin, 24 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, akumulasi pemesanan Sukuk Ritel seri SR025 telah menembus angka Rp 1 triliun. Capaian ini diraih hanya dalam waktu empat hari sejak masa penawaran resmi dibuka oleh pemerintah pada 21 Agustus 2026.

Kementerian Keuangan menargetkan total penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan seri SR025 ini. Pemerintah membagi penawaran ke dalam dua tenor, yakni SR025-T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan SR025-T5 dengan jangka waktu lima tahun.

Data dari salah satu mitra distribusi mencatat, pemesanan untuk seri SR025-T3 telah mencapai 6,25 persen dari target kuota atau setara dengan Rp 950 miliar. Sementara itu, untuk seri SR025-T5, realisasi pemesanan telah menyentuh angka Rp 290 miliar atau sekitar 5,85 persen dari total kuota yang disediakan.

Pemerintah menetapkan imbal hasil atau kupon untuk instrumen ini sebesar 6,80 persen per tahun untuk seri SR025-T3. Sedangkan untuk seri SR025-T5, kupon yang ditawarkan mencapai 6,90 persen per tahun.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menyatakan bahwa penetapan besaran kupon tersebut telah melalui proses pertimbangan yang matang. Pihaknya merujuk pada kondisi tingkat imbal hasil atau yield di pasar saat ini.

“Perbedaan dengan kupon ORI030 yang belum lama selesai masa penawarannya mencerminkan perbedaan kondisi pasar antara keduanya saat ditawarkan,” ujar Deni sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya, Jumat (21/8/2026).

Meskipun kupon SR025 sedikit lebih rendah dibandingkan seri SBN ritel sebelumnya, pemerintah tetap optimistis target Rp 20 triliun akan tercapai. Deni menambahkan bahwa basis investor syariah yang loyal menjadi salah satu faktor pendukung utama keyakinan tersebut.

“Disamping itu, format syariah dari SR juga memiliki basis investor captive. Berkenaan dengan hal tersebut, kami optimis target indikatif SR025 sebesar Rp 20 triliun akan dapat tercapai,” papar Deni.

Masa penawaran SR025 sendiri akan berlangsung hingga 16 September 2026. Instrumen SR025-T3 dijadwalkan jatuh tempo pada 10 September 2029, sementara SR025-T5 akan berakhir pada 10 September 2031.

Bagi masyarakat yang berminat, investasi ini dapat diakses dengan modal minimal Rp 1 juta melalui 33 mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah. Proses pembelian dilakukan secara daring melalui sistem elektronik setelah calon investor melakukan registrasi data diri dan memiliki nomor Single Investor Identification (SID).

Setelah melakukan pemesanan, investor akan menerima kode pembayaran untuk melakukan setoran melalui bank persepsi, kantor pos, atau kanal pembayaran lainnya. Proses diakhiri dengan penerbitan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) sebagai bukti sah kepemilikan setelah tanggal setelmen ditetapkan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar