Harga Emas Menguat, Prospek ETF Emas Kian Menarik Akhir 2026

Rayhan Akhari

Harga Emas Menguat, Prospek ETF Emas Kian Menarik Akhir 2026

Jakarta – Tren kenaikan harga emas global di pasar spot memberikan dampak positif bagi prospek kinerja instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) emas di pasar modal Indonesia.

Data Bloomberg menunjukkan harga emas di pasar spot menyentuh level US$ 4.603 per ons troi pada perdagangan Jumat (21/8/2026).

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 1,91 persen dibandingkan posisi harga pada sesi perdagangan sebelumnya.

Kondisi ini secara langsung memengaruhi nilai aset dasar yang menjadi acuan utama bagi produk-produk ETF emas yang beredar di bursa.

Perencana Keuangan Finansia Consulting, Eko Endarto, menyatakan bahwa keterkaitan antara ETF dan aset dasarnya merupakan hal yang mutlak.

“Secara umum produk derivatif pasti akan mengikuti produk intinya yaitu emas itu sendiri,” kata Eko dikutip dari laporan pasar, Minggu (23/8/2026).

Menurut Eko, potensi pertumbuhan ETF emas didorong oleh tren harga emas yang cenderung bullish dalam jangka panjang.

Emas dinilai memiliki rekam jejak yang solid sebagai instrumen investasi jangka panjang di pasar domestik.

Ia menyarankan investor untuk mencermati aspek transparansi dan pengelolaan produk saat memilih ETF emas agar target investasi tercapai secara optimal.

Salah satu produk yang tersedia di Bursa Efek Indonesia adalah XSGO yang dikelola oleh PT Syailendra Capital.

Data Stockbit mencatat harga per unit XSGO berada di posisi Rp 1.058 pada penutupan perdagangan Jumat lalu.

Nilai tersebut mengalami apresiasi sebesar 1,34 persen dari harga pada hari sebelumnya.

Head of Investment Specialist Syailendra Capital, Syanne Gracetinne, mengungkapkan pandangan optimistis terhadap prospek ETF emas hingga akhir tahun 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa investor tidak boleh berekspektasi harga emas akan terus melonjak setiap waktu dalam jangka pendek.

“Setelah mencatat kenaikan yang sangat kuat pada 2025, koreksi maupun fase konsolidasi harga emas pada 2026 merupakan kondisi yang wajar,” ujar Syanne dikutip dari analisis pasar, Minggu (23/8/2026).

Syanne menekankan bahwa peran emas saat ini bukan sekadar mengejar keuntungan modal atau capital gain.

Emas berfungsi strategis sebagai alat diversifikasi aset dan penyimpan nilai di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian moneter.

Permintaan dari bank sentral dunia untuk memperkuat cadangan devisa menjadi motor penggerak struktural bagi harga logam mulia tersebut.

Faktor-faktor fundamental ini membuat posisi emas tetap kuat meski pasar mengalami volatilitas jangka pendek.

Penggunaan ETF emas dipandang sebagai solusi bagi investor yang menginginkan kemudahan akses ke pasar komoditas melalui instrumen yang transparan.

“XSGO menawarkan cara yang lebih accessible untuk mendapatkan exposure emas,” tambah Syanne.

Ke depan, dinamika ekonomi global dan kebijakan fiskal akan tetap menjadi penentu utama pergerakan harga emas.

Kebutuhan akan instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diperdagangkan diprediksi akan terus menopang pertumbuhan ETF emas di masa depan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar