Surabaya – Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Madura United dalam laga pekan ke-28 Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4). Kekalahan di kandang ini membuat posisi Bajul Ijo tertahan di peringkat keenam klasemen sementara.
Madura United tampil disiplin dengan strategi bertahan yang efektif. Tim tamu membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh Lulinha pada menit ke-12. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madura United kembali menunjukkan efektivitas serangan balik. Riquelme berhasil menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-64. Persebaya sempat menipiskan jarak melalui gol Riyan Ardiansyah pada menit ke-82, namun upaya tersebut tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan.
Terdapat tiga catatan penting di balik kekalahan Persebaya atas Madura United:
Gol Perdana Riyan Ardiansyah
Meski kalah, laga ini menjadi momen spesial bagi Riyan Ardiansyah. Pemain pinjaman dari Malut United tersebut sukses mencetak gol pertamanya bagi Persebaya sekaligus gol perdana miliknya di kompetisi Super League musim ini.
Masalah Pertahanan
Persebaya kembali mengulang catatan buruk dengan kebobolan di babak pertama dan kedua. Pola ini sebelumnya juga terjadi saat mereka kalah dari Persija Jakarta, di mana lini pertahanan Bajul Ijo tampak kesulitan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.
Angkernya GBT Mulai Memudar
Stadion Gelora Bung Tomo kini tidak lagi menjadi benteng yang sulit ditembus bagi lawan. Kekalahan ini menjadi yang keempat bagi Persebaya di kandang sendiri sepanjang musim ini. Sebelumnya, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, dan Bhayangkara FC juga sukses mencuri poin penuh di markas Persebaya.
Hasil positif ini membawa Madura United memperbaiki posisi mereka di klasemen dengan naik ke peringkat ke-14. Sementara bagi Persebaya, kekalahan ini menjadi evaluasi serius bagi tim pelatih untuk menjaga asa di sisa kompetisi.

























