Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.910 per dolar AS menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan moneter BI di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Rupiah berhasil menguat ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS seiring melemahnya indeks dolar global. Analisis teknikal mingguan kini menunjukkan potensi penguatan lanjutan bagi mata uang Garuda menuju kisaran Rp17.688 per dolar AS.
Dolar AS mencatat pelemahan mingguan setelah data inflasi yang melandai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, eskalasi konflik di Timur Tengah memicu permintaan aset safe haven yang menahan laju penurunan mata uang tersebut.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.982 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif rupiah ini tampak kontras di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang di level Rp 18.077 per dolar AS. Kinerja ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia setelah ringgit Malaysia.
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan sebesar 0,10 persen ini sejalan dengan tren positif mata uang regional Asia yang dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS secara global.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.109 per dolar AS akibat tekanan ganda dari konflik global di Timur Tengah serta isu ketidakpastian hukum di dalam negeri. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor dan diprediksi akan membuat pergerakan mata uang nasional tetap volatil dalam waktu dekat.
Nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,35% ke level Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat. Meski mencatatkan kenaikan harian, mata uang Garuda masih mencatatkan akumulasi pelemahan sebesar 0,56% sepanjang pekan ini.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp18.128 per dolar AS, mencatatkan koreksi terdalam di kawasan Asia hari ini. Penurunan sebesar 0,63 persen ini dipicu oleh penguatan indeks dolar AS global yang menekan berbagai mata uang emerging markets.
Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Kinerja positif ini menunjukkan ketahanan mata uang Garuda di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cenderung bervariasi.
Pasar saham global kembali menguat seiring penurunan imbal hasil obligasi AS menjelang pengumuman keputusan suku bunga The Fed. Investor kini menanti arah kebijakan moneter bank sentral AS di tengah proyeksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Bursa Global Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif dengan penguatan pada indeks S&P 500 dan Nasdaq di tengah penantian investor terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve. Penurunan harga minyak dunia menjadi katalis positif di pasar, meski pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap kebijakan mon...
Wall Street Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed Rabu Ini
IHSG menghadapi tekanan signifikan akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam rapat FOMC. Sentimen global ini memicu aksi jual pada aset berisiko, sementara investor kini menanti keputusan final untuk menentukan arah pasar keuangan domestik ke depan.
Menakar Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Pergerakan IHSG
IHSG tertekan akibat antisipasi kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan FOMC September 2026. JP Morgan menilai kebijakan moneter AS menjadi hambatan utama bagi performa pasar saham domestik dalam jangka pendek.
JP Morgan Sebut Kenaikan Suku Bunga AS Berpotensi Tekan IHSG