Tren dual listing emiten Indonesia diprediksi terus berlanjut guna memperluas basis investor global dan meningkatkan transparansi valuasi. Meski berpotensi mendongkrak reputasi, investor disarankan tetap mencermati fundamental perusahaan dan struktur transaksi agar tidak terjebak risiko dilusi.

Dual listing emiten RI berpotensi berlanjut, simak saham pilihan investor
Harga emas dunia kini berada dalam tekanan akibat lonjakan imbal hasil US Treasury yang menembus 5 persen. Meski demikian, prospek jangka panjang hingga akhir 2026 dinilai tetap cerah seiring ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Harga Emas Berpotensi Tetap Menguat Meski Yield Treasury Tembus 5%
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memicu kenaikan harga minyak mentah dunia akibat terhambatnya distribusi energi global. Meski saat ini berada di level tinggi, harga diprediksi akan terkoreksi signifikan menuju US$60-US$65 per barel jika konflik mereda dan pasokan kembali normal.

Harga Minyak Tertekan Konflik Timur Tengah dan Ancaman Oversupply
Wall Street melemah akibat lonjakan harga minyak mentah yang dipicu ketegangan geopolitik serta kenaikan yield Treasury AS yang menembus level 5%. Pasar juga masih mencermati ketidakpastian sektor teknologi di tengah kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga ketat.















