Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Selasa (15/9/2026).
Indeks ditutup melemah 1,13 persen atau setara dengan 73,54 poin ke level 6.461,15.
Pelemahan ini menandai tren negatif yang terus berlanjut selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Sentimen negatif pasar dipicu oleh masifnya aksi jual bersih atau net sell yang dilakukan oleh investor asing.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net sell sebesar Rp 349,28 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual yang cukup dominan mengakibatkan mayoritas saham di bursa mengalami koreksi.
Tercatat sebanyak 314 saham berakhir di zona negatif, sementara 312 saham mampu menguat dan 165 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan hari ini tergolong cukup tinggi dengan total volume mencapai 26,17 miliar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan oleh pelaku pasar di seluruh bursa menyentuh angka Rp 12,50 triliun.
Kondisi sektoral menunjukkan tekanan merata, di mana sebagian besar indeks sektoral mengalami pelemahan signifikan.
Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam mencapai 1,56 persen.
Sektor keuangan menyusul dengan penurunan 1,36 persen, diikuti oleh sektor energi yang tergerus 1,27 persen.
Beberapa sektor lain yang turut menekan indeks antara lain properti dan real estate yang melemah 1,03 persen.
Sektor transportasi dan logistik ikut turun 0,89 persen, disusul barang baku 0,73 persen, dan barang konsumer primer 0,69 persen.
Sektor teknologi juga tidak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 0,37 persen.
Di tengah arus koreksi tersebut, hanya segelintir sektor yang mampu bertahan di zona hijau.
Sektor kesehatan mencatatkan penguatan sebesar 0,24 persen, infrastruktur naik 0,17 persen, dan barang konsumer non-primer menguat tipis 0,05 persen.
Investor asing terlihat sangat agresif melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp 282,92 miliar.
Aksi lepas saham juga menyasar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 99,94 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 95,85 miliar.
Saham lain yang masuk dalam daftar net sell asing adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp 48,75 miliar.
Selanjutnya PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net sell sebesar Rp 35,5 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga dilepas asing dengan nilai Rp 33,49 miliar.
Daftar sepuluh besar saham dengan net sell asing juga mencakup PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) senilai Rp 23,85 miliar.
Kemudian PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sebesar Rp 22,57 miliar, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp 21,88 miliar, dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sebesar Rp 20,24 miliar, sebagaimana tercatat dalam data BEI (15/9/2026).

















