Harga emas batangan Antam hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 2.633.000 per gram. Penyesuaian harga ini juga berlaku pada harga buyback yang kini berada di angka Rp 2.380.000 per gram.
Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang di level Rp 18.077 per dolar AS. Kinerja ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia setelah ringgit Malaysia.
Jakarta – Kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia terpantau masih kuat di tengah kenaikan posisi Utang Luar Negeri (ULN) nasional. Bank Indonesia mencatat total
Keputusan S&P mempertahankan rating Indonesia memberikan angin segar bagi pasar modal di tengah tekanan makroekonomi. Simak pandangan analis mengenai prospek IHSG hingga 2026 serta rekomendasi saham yang layak dicermati di tengah volatilitas pasar.
Pelemahan rupiah hingga akhir 2026 menekan margin emiten konstruksi akibat lonjakan harga material impor. Meski sektor ini menghadapi tantangan berat, analis merekomendasikan saham dengan fundamental kuat seperti TOTL, NRCA, dan SSIA sebagai pilihan investasi yang lebih stabil.
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan sebesar 0,10 persen ini sejalan dengan tren positif mata uang regional Asia yang dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS secara global.
S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, menegaskan ketahanan fundamental ekonomi nasional di tengah gejolak global. OJK menyambut positif capaian ini sebagai bukti stabilitas sistem keuangan yang terjaga berkat kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel.
IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatan hari ini setelah berhasil menembus level MA20 didorong oleh sentimen positif peringkat kredit dari S&P. Simak rekomendasi saham pilihan seperti ADMR, ASII, dan BRMS yang menarik untuk dicermati investor di tengah momentum pasar yang optimis.
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, mencerminkan kepercayaan investor global terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi nasional. Keputusan ini didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat dan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal.
Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menyoroti sejumlah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal. S&P mencatat
Ajaib Group resmi menunda rencana IPO setelah meraih pendanaan sebesar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings. Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan produk, peningkatan kualitas SDM, serta memperluas peran perusahaan sebagai penjamin emisi efek di pasar modal Indonesia.
Ajaib Raih Investasi Rp 4,8 Triliun, Belum Berencana Gelar IPO
Peta kapitalisasi pasar di BEI mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2026, ditandai dengan merosotnya nilai market cap BREN dan DSSA akibat kebijakan rebalancing indeks global. BBCA kini kembali memimpin klasemen, sementara BYAN dan MORA berhasil mencatatkan kenaikan peringkat yang cukup impr...
Posisi Market Cap BEI Bergeser, BREN dan DSSA Mulai Tergusur
Prospek PT Darma Henwa Tbk (DEWA) hingga akhir 2026 dinilai masih cukup positif. Ekspansi bisnis jasa pertambangan dan mulai beroperasinya kontrak baru dengan PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong kinerja. Untuk diketahui, DEWA telah menganggarkan belanja mod (capex) Rp 2,4 triliun tahun ini. Hingga semester I 2026, capex sudah direalisasikan Rp 1,6 triliun. Manajemen mengatakan capex...
Kontrak SSC Jadi Katalis, Saham Darma Henwa Berpotensi Bangkit
Satgas PASTI resmi menghentikan kegiatan operasional YWWSDC dan RTHAE karena menawarkan investasi kripto tanpa izin OJK. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memverifikasi legalitas perusahaan sebelum melakukan investasi guna menghindari kerugian finansial.
Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal YWWSDC dan RTHAE Tanpa Izin