emiten batu bara
Low Tuck Kwong Serap Jutaan Saham Bayan Resources
Sep. 24, 2025
Mei. 22, 2026
Kebijakan ekspor satu pintu batu bara lewat DSI menekan saham emiten, memicu ketidakpastian bisnis dan potensi penurunan margin jangka pendek.
Sep. 24, 2025
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Sep. 7, 2025
Ekspor batu bara Indonesia turun 21,74% hingga Juli 2025. Analis optimis musim dingin bisa memicu rebound saham batu bara seperti AADI, ITMG, dan UNTR.
IHSG diprediksi masih akan bergerak volatil dengan tren konsolidasi di kisaran 6.400 hingga 6.700 di tengah mulai masuknya arus dana asing. Meski demikian, prospek jangka panjang hingga akhir 2026 dinilai cukup positif dengan target indeks mencapai level 6.800 hingga 7.200.

IHSG menutup pekan dengan pelemahan 1,43 persen ke level 6.541. Meski pasar tertekan, saham SAPX memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 85,66 persen, sementara HOPE mencatatkan koreksi terdalam hingga 25 persen.

Harga emas dunia berada di bawah tekanan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, namun tetap tertopang oleh ketegangan geopolitik dan aksi borong bank sentral. Simak proyeksi pergerakan harga emas untuk pekan depan yang diprediksi akan berfluktuasi di rentang US$ 4.102 hingga US$ 4.650.

Tokenized stock menawarkan cara baru berinvestasi saham melalui teknologi blockchain yang fleksibel dan efisien. Namun, investor perlu memahami perbedaan antara token dengan aset dasar saham fisik dan produk derivatif harga agar tidak salah mengasumsikan hak kepemilikan serta risikonya.

Sep. 14, 2026


