IHSG melemah 0,82% ke 6.318 pada 20 Mei 2026, tertekan kebijakan ekspor satu pintu SDA. Kebijakan ini mempengaruhi saham sektor batu bara dan meningkatkan kompleksitas administrasi.
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
Sepanjang 22-24 Desember 2025, saham ATAP naik 94,61%, memimpin top gainers meski IHSG melemah 0,83%. Saham lain seperti MGNA dan INCO juga naik signifikan.
IHSG turun 0,17% dalam sepekan, kapitalisasi pasar BEI menyusut 0,57% menjadi Rp14.130 triliun, dengan transaksi harian naik 7,6% menjadi Rp19,42 triliun.
Sejumlah saham perbankan seperti BBCA hingga BMRI berpeluang mendapat angin segar dari penurunan suku bunga The Fed kendati pasar dibayangi September Effect.
IHSG diprediksi bergerak volatil sepanjang pekan ini akibat sentimen pertemuan FOMC dan rebalancing indeks FTSE. Investor disarankan tetap cermat dalam menempatkan modal di tengah dinamika kebijakan moneter global dan potensi penyesuaian bobot saham yang memengaruhi pasar.
IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Simak Sentimen Penggerak Pasar Pekan Ini
Pefindo kembali mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 milik PT Pollux Hotels Group Tbk senilai Rp500 miliar. Predikat tertinggi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan dan kemampuan memenuhi kewajiban kepada para investor.
Pefindo Pertahankan Peringkat idAAA untuk Obligasi Pollux Hotels Rp500 Miliar
Sektor industri baja nasional diproyeksikan terus pulih hingga 2027 seiring penguatan harga global. Meski fundamental emiten membaik, pelaku pasar tetap disarankan mencermati risiko impor dan volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi pada saham sektor ini.
Menakar Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Baja di Pasar Global
IHSG diprediksi mengalami rebound terbatas pada awal pekan ini di tengah sikap waspada investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar kini mencermati hasil pertemuan FOMC serta pergerakan sektor komoditas sebagai penentu arah indeks ke depan.
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas, Investor Cermati Kebijakan FOMC Pekan Ini