saham BUMN
Danantara Rancang Strategi IPO BUMN dan Anak Usaha
Okt. 18, 2025
Agu. 2, 2026
Emiten di bawah naungan MIND ID mencatatkan kinerja impresif pada semester I-2026, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan optimasi produksi. Tren positif ini diprediksi berlanjut pada semester II-2026 seiring dengan dampak positif dari revisi RKAB bagi perusahaan tambang.
Jul. 30, 2026
Bursa Efek Indonesia resmi melakukan penyesuaian bobot pada indeks IDXBUMN20 tanpa mengubah daftar konstituen. Meski terjadi pergeseran bobot, analis menilai dampaknya terhadap harga saham minimal dan valuasi emiten pelat merah tetap menarik berkat kinerja fundamental yang solid.
Jul. 22, 2026
Bursa Efek Indonesia mengancam akan melakukan forced delisting terhadap 59 emiten yang telah disuspensi selama lebih dari enam bulan. Daftar tersebut mencakup sejumlah perusahaan, termasuk dua BUMN, yaitu Waskita Karya dan Wijaya Karya, yang terancam didepak dari papan perdagangan bursa.
Jul. 22, 2026
Meskipun terdapat isu tata kelola terkait Danantara, saham emiten BUMN dengan fundamental kuat tetap diproyeksikan menjadi penggerak utama IHSG. Investor disarankan melirik sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi yang memiliki prospek pertumbuhan laba dan arus kas yang solid.
Okt. 18, 2025
Danantara Indonesia berencana membawa BUMN dan anak usaha IPO di BEI pada 2025, dengan investasi US$10 miliar untuk mengembangkan pasar modal domestik.
Mantri BRI di pelosok Sumatera Selatan menembus medan sulit untuk menjangkau nasabah di desa dan perkebunan. Dedikasi ini menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pendampingan usaha yang personal dan humanis.

Investor Wall Street bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga The Fed seiring melonjaknya imbal hasil Treasury mendekati level 5 persen. Kebijakan moneter yang lebih ketat ini memicu kekhawatiran pasar terhadap reli saham dan prospek ekonomi ke depan.

PT Wijaya Karya Tbk resmi menyandang status gagal bayar atau default setelah tidak mampu memenuhi kewajiban obligasi dan sukuk yang jatuh tempo. Saat ini, manajemen WIKA tengah berupaya mencari solusi terbaik dan menjalin komunikasi dengan wali amanat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Rahayu Saraswati menyoroti potensi besar Intellectual Property lokal sebagai pilar ekonomi baru yang mampu membawa Indonesia menjadi pemain global. Optimalisasi sektor kreatif ini memerlukan sinergi kebijakan, akses pembiayaan, dan infrastruktur ekosistem yang kuat untuk bersaing di pasar dunia.





