Kinerja reksadana mencatatkan penguatan signifikan pada Agustus 2026, didorong oleh membaiknya selera risiko investor terhadap aset domestik. Kini, pelaku pasar mulai mencermati arah kebijakan strategis dalam RAPBN 2027 sebagai katalis utama pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kinerja Reksadana Menguat, Investor Cermati Dampak RAPBN 2027
Wall Street tetap menguat 0,47% berkat optimisme sektor kecerdasan buatan (AI) yang mampu meredam kekhawatiran investor atas ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Meski dibayangi kenaikan imbal hasil obligasi dan sentimen inflasi, saham teknologi tetap menjadi penopang utama pasar.

Wall Street Menguat 0,47% Didorong Optimisme Sektor Saham AI
Lonjakan titik panas dan ancaman cuaca kering El Nino membayangi industri sawit nasional. Meski demikian, Indo Premier Sekuritas menilai saham TAPG dan DSNG lebih resilien karena usia tanaman yang lebih muda, serta tetap memberikan rekomendasi overweight berkat katalis kebijakan B50.

Risiko Kebakaran dan El Nino Mengintai, Indo Premier Pilih TAPG, DSNG
Pemerintah mengalokasikan Rp 184,14 triliun untuk sektor keamanan dan hukum pada 2027, dengan Polri menerima porsi terbesar meski mengalami penurunan anggaran. Untuk menjaga operasional, Polri melakukan pergeseran internal Rp 3,6 triliun dari belanja modal ke belanja barang.

















