Jakarta – Pasar saham domestik kembali menunjukkan tren pelemahan di tengah derasnya aksi jual oleh investor asing pada perdagangan Rabu (2/9/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,06% atau setara dengan 4,10 poin.
Posisi indeks berakhir di level 6.595,77 setelah mengalami tekanan jual yang konsisten sepanjang hari.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp326,61 miliar.
Selama jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 6.561.
Sementara itu, posisi level tertinggi indeks sempat menyentuh angka 6.629 sebelum kembali tertekan ke zona merah.
Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup ramai dengan volume mencapai 64,40 miliar saham.
Total nilai transaksi yang tercatat dalam satu hari perdagangan tersebut menyentuh angka Rp16,82 triliun.
Dinamika pasar hari ini menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah dibandingkan dengan saham yang menguat.
Sebanyak 321 saham tercatat mengalami penurunan harga saat penutupan sesi perdagangan.
Sebaliknya, hanya 282 saham yang mampu bertahan di zona hijau atau mengalami penguatan.
Terdapat pula 186 saham yang harganya tidak berubah atau stagnan dibandingkan penutupan sebelumnya.
Aksi divestasi investor asing terlihat menyasar sejumlah saham blue chip dan emiten dengan kapitalisasi pasar besar.
Berdasarkan data BEI, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell sebesar Rp101,75 miliar.
Di posisi kedua, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan jual bersih asing senilai Rp89,99 miliar.
Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan nilai net sell sebesar Rp63,72 miliar.
Tekanan jual juga melanda saham sektor pertambangan dan energi lainnya.
PT Timah Tbk (TINS) mencatat net sell sebesar Rp53,62 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan nilai Rp53,57 miliar.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp51,7 miliar.
Daftar sepuluh besar saham dengan net sell asing juga mencakup PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp40,72 miliar.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan angka jual bersih sebesar Rp27,47 miliar.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menyusul dengan nilai Rp23,48 miliar.
Terakhir, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melengkapi daftar tersebut dengan net sell asing senilai Rp19,07 miliar.
Kondisi pasar yang cenderung tertekan ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar di tengah sentimen global dan domestik yang membayangi pergerakan IHSG.
Para analis kini tengah memantau perkembangan volatilitas pasar untuk memprediksi arah pergerakan indeks pada sesi perdagangan berikutnya.





















