Bursa saham Asia melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak dunia yang menembus US$ 101,65 per barel. Lonjakan harga energi ini dipicu oleh ancaman badai di Amerika Utara serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bursa Asia Melemah, Harga Minyak Brent Tembus US$ 101,65 per Barel
Saham GOTO kembali diburu investor hingga menguat 6,9 persen setelah dinilai memiliki valuasi yang atraktif. Penguatan ini didorong oleh kinerja bisnis fintech yang mencatatkan pertumbuhan signifikan serta rencana strategis buyback saham untuk menyeimbangkan tekanan pasar.

Saham GOTO Kembali Diburu, Prospek Bisnis Fintech Jadi Sorotan
Sentimen positif dari pasar global memicu optimisme investor, dengan MNC Sekuritas memproyeksikan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun bergerak di kisaran 7,10% hingga 7,25% hari ini. Penguatan Wall Street menjadi katalis utama yang menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

Wall Street Menguat, MNC Sekuritas Proyeksi Yield SUN 7,10%-7,25%
IHSG mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut hingga menembus level 6.192,92. Meski pasar menguat, investor asing justru melakukan aksi jual bersih masif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti GOTO, BMRI, dan TLKM.


















