Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja positif pada perdagangan hari Rabu, 7 Oktober 2026.
Tren penguatan indeks domestik ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Posisi IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 1,21 persen atau setara dengan kenaikan 74,06 poin.
Dengan perolehan tersebut, indeks saat ini bertengger di level 6.192,92.
Selama sesi perdagangan berlangsung, pasar saham menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis.
Indeks sempat menyentuh level terendah di angka 6.120.
Sementara itu, level tertinggi yang berhasil dicapai indeks berada pada posisi 6.126.
Dominasi saham-saham di zona hijau menjadi motor utama penggerak indeks domestik.
Tercatat sebanyak 489 saham mengalami kenaikan harga di akhir sesi.
Di sisi lain, terdapat 183 saham yang harus mengalami koreksi atau pelemahan.
Sebanyak 120 saham sisanya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan hari ini pun tergolong cukup tinggi di lantai bursa.
Volume transaksi saham mencapai 48,22 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Total nilai transaksi yang dibukukan pasar mencapai Rp12,35 triliun.
Kendati indeks menunjukkan kenaikan signifikan, investor asing justru mengambil langkah berbeda.
Data pasar menunjukkan adanya aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing.
Total net sell yang dicatatkan investor asing mencapai Rp629,87 miliar di seluruh pasar.
Fenomena ini menjadi catatan penting di tengah tren penguatan indeks yang tengah berlangsung.
Aksi lepas saham oleh investor asing terlihat cukup masif pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memuncaki daftar saham dengan net sell terbesar.
Asing melepas saham GOTO dengan nilai mencapai Rp255,81 miliar.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell sebesar Rp127,23 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyusul dengan nilai aksi jual asing sebesar Rp73,07 miliar.
Emiten lainnya yang turut mengalami tekanan jual asing meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp31,65 miliar.
PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan angka net sell sebesar Rp30,75 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami aksi jual oleh investor asing senilai Rp22,32 miliar.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat net sell sebesar Rp18,8 miliar.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebesar Rp18,69 miliar.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) senilai Rp18,51 miliar.
Terakhir, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net sell asing sebesar Rp17,62 miliar.
Kondisi pasar yang kontradiktif antara kenaikan indeks dan arus keluar modal asing ini menuntut kecermatan investor.
Pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan level-level kunci pada perdagangan selanjutnya.
Analisis mendalam mengenai pergerakan saham-saham tersebut menjadi krusial untuk menentukan langkah investasi.
Stabilitas indeks ke depan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara aksi beli domestik dan tekanan jual asing.


















