Padang – Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., membuka kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Dr. H. Wawan Djunaedi, M.A., sebagai narasumber.
Martin Kustati berharap ASN UIN Imam Bonjol tidak hanya bekerja cepat selesai, tetapi juga memberikan makna dan kemaslahatan.
“Bagaimana kita sebagai ASN tidak hanya bekerja cepat selesai tapi tidak memiliki makna dan kemaslahatan,” ujarnya.
Wawan Djunaedi menyampaikan bahwa Kementerian Agama membutuhkan empat pilar transportasi SDM dalam menghadapi berbagai permasalahan.
“Dalam menghadapi permasalahan kita butuh empat pilar transportasi SDM yaitu, regulasi responsif, kinerja dan potensial, digitalisasi pelayanan, dan budaya organisasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemikiran kritis bagi dosen. “Dosen itu diciptakan berpikir kritis, tidak mungkin dosen itu berpikir linear, dia harus menciptakan ruang kritis di perkuliahan,” tuturnya.
Wawan mengingatkan ASN untuk mengontrol penggunaan media sosial. “Kita ASN bukan dilarang untuk membuat konten, tapi kontrol kontennya, jangan menggunakan atribut negara di saat membuat konten senang-senang,” tegasnya.
Ia juga meminta Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi bersama Dekan Fakultas Syariah untuk melakukan sosialisasi tentang permasalahan rumah tangga ke SMA-SMA.
“Saya minta kepada Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi bersama Dekan Fakultas Syariah untuk membuat acara sosialisasi ke SMA-SMA terkait permasalahan rumah tangga seperti KDRT, ilmu menjadi orang tua dan peristiwa baby blues,” pungkasnya.
[Foto: Kemenag] Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati menyerahkan kenang-kenangan kepada Kepala Biro SDM Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Wawan Djunaedi.





















