WIFI Dirikan Anak Usaha, Valuasi Sahamnya Jadi Sorotan?

persen

JAKARTA – Emiten teknologi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, resmi mendirikan anak usaha baru bernama PT Solusi Sinergi Borneo (SSB). Pembentukan SSB ini merupakan langkah strategis Surge untuk memperluas jangkauan bisnis sebagai penyedia layanan internet (ISP) ke wilayah Pontianak, Kalimantan.

Pendirian SSB dilakukan pada Selasa, 29 September 2025, dan telah disahkan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dengan Surat Keputusan No. AHU-0083406.AH.01.01.TAHUN 2025 di hari yang sama. Anak usaha baru ini akan berkedudukan di Kota Pontianak dan bergerak di bidang internet service provider, perdagangan peralatan telekomunikasi, serta perdagangan berbagai macam barang.

Direktur Surge, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa komposisi kepemilikan saham di SSB terdiri atas 70% oleh Surge (WIFI) dan 30% oleh PT Sinergi Integrasi Borneo.

Di sisi lain, harga saham WIFI tercatat menguat 1,44% menjadi Rp2.810 pada penutupan perdagangan. Data Bloomberg menunjukkan, valuasi perusahaan berdasarkan rasio harga saham terhadap laba per saham (price-to-earnings/P/E) berada di angka 17,7 kali.

Angka valuasi tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata P/E selama lima tahun terakhir yang mencapai 7,76 kali. Rasio P/E merupakan indikator penting untuk menilai apakah harga saham diperdagangkan pada level yang wajar sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam menciptakan laba. Saham dengan valuasi rendah namun memiliki prospek laba besar di masa depan seringkali menjadi peluang akumulasi, sebab potensi keuntungan tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini.

Sebelum aksi ekspansi ini, Surge juga telah melakukan sejumlah langkah strategis lain, termasuk melepas kepemilikan saham di tiga entitas anak usaha sekaligus. Total nilai transaksi divestasi ini mencapai Rp1,79 miliar.

Divestasi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Kreasi Kode Digital (KKD). KKD menjual seluruh sahamnya di PT Ini Kopi Indonesia (IKI) kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM) senilai Rp594 juta. Perjanjian jual beli saham diteken pada 19 dan 24 September 2025.

Selanjutnya, Surge langsung mengalihkan kepemilikan saham di PT Integrasi Media Terkini (IMT) kepada IGM dengan nilai transaksi Rp599 juta, juga dengan perjanjian jual beli saham bertanggal 19 dan 24 September 2025.

Terakhir, Surge melepas kepemilikan di PT Aspek Media Indonesia (AMI) kepada IGM senilai Rp599 juta. Tanggal perjanjian jual beli saham sama dengan dua transaksi sebelumnya. Shannedy Ong menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan maupun KKD dengan IGM sebagai pihak pembeli.

“Dengan adanya perubahan akta tersebut, tidak ada dampak signifikan terhadap perseroan,” ujarnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Rekomendasi