Agam – Video viral yang memperlihatkan seorang warga di Agam, Sumatera Barat, ditandu menggunakan sarung karena kondisi jalan rusak, berujung duka. Bahrun (70), warga Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, meninggal dunia setelah video tersebut viral di media sosial.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam pun memberikan penjelasan terkait kejadian ini.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menjelaskan bahwa Bahrun mulai sakit sejak hari Kamis.
“Pada hari Sabtu, beliau dijemput oleh anaknya untuk dibawa ke rumah keluarga dari istri pertama,” kata Hendri, Senin (13/5/2024).
Hendri membenarkan bahwa warga bergotong royong menandu Bahrun karena jalur dari rumah istri muda menuju rumah anaknya tidak dapat dilalui kendaraan.
Namun, dari rumah anaknya, kendaraan roda empat, termasuk ambulans, sebenarnya bisa menjangkau.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam, Ofrizon, menyebutkan panjang ruas jalan dari Simpang Salareh Aia menuju Maua Hilir sekitar 7 kilometer.
“Beberapa titik jalan mengalami kerusakan cukup berat, sehingga menyulitkan mobilisasi kendaraan, termasuk ambulans,” ujar Ofrizon.
Dari total panjang jalan tersebut, 5,4 kilometer merupakan jalan kabupaten, sedangkan sisanya melewati kawasan hutan lindung.
Ofrizon memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar akses ke Mauah Hilir menjadi lebih baik.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memperbaiki sarana infrastruktur di wilayah-wilayah terpencil, termasuk Palembayan.
“Kami tidak ingin ada warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena jalan yang rusak atau tidak bisa dilalui kendaraan,” tegas Benni saat berkunjung ke rumah duka.
Pemerintah akan mencari langkah-langkah yang memungkinkan agar akses ini bisa ditingkatkan, meskipun sebagian berada di kawasan hutan lindung.





















