JAKARTA – Pemerintah pusat secara serius membahas rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Grab Teknologi Indonesia (Grab), bahkan hingga melibatkan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Kabar merger dua raksasa teknologi ini sontak memicu optimisme investor di pasar modal, yang melihat potensi besar bagi penguatan posisi GOTO di sektor ekonomi digital dan transportasi daring.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, telah mengonfirmasi bahwa isu penggabungan Grab dan GoTo menjadi pembahasan pemerintah. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga direncanakan turut serta dalam proses ini. Prasetyo menyatakan, bentuk konkret penggabungan, apakah merger atau akuisisi, masih dikaji, namun kepastiannya adalah kedua entitas akan digabung. Ia sempat menyebut “Grab dibeli Goto” sebagai bagian dari rencana.
Penguatan harga saham GOTO belakangan ini menjadi sorotan pasar. Analis Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai pergerakan ini sejalan dengan analisis teknikal yang sebelumnya disampaikan. Ia memperkirakan GOTO berpotensi menguji rata-rata pergerakan (MA) 200 di level Rp 68 per saham.
Senada, Senior Market Analyst Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menganggap momentum merger ini memberikan dorongan sentimen positif signifikan. Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk saham GOTO dengan target harga (TP) Rp 74. Menurutnya, kenaikan harga saham GOTO merupakan refleksi ekspektasi pasar terhadap potensi sinergi besar antara dua entitas digital tersebut. Ia menegaskan, “proses merger-nya itu sudah pernah dibahas dalam pertemuan bersama presiden.”
Meski kabar ini telah mencapai level strategis, proses merger GOTO dan Grab masih dalam tahap kajian mendalam. Fokus utama adalah menentukan bentuk dan skema penggabungan usaha yang paling tepat. Keseriusan pembahasan menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk memperkuat posisi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Jika terealisasi, penggabungan GOTO dan Grab berpotensi menciptakan entitas teknologi raksasa dengan sinergi luas. Layanan yang akan terintegrasi meliputi transportasi daring, pembayaran digital, hingga e-commerce. Para pelaku pasar kini menantikan kejelasan mengenai bentuk kerja sama dan target waktu realisasinya.
Prasetyo menambahkan, tidak ada batas waktu spesifik untuk rencana ini, namun pemerintah akan berupaya menyelesaikannya secepat mungkin. Keterlibatan pemerintah bertujuan untuk memastikan kelangsungan operasi kedua perusahaan layanan transportasi daring dan pesan-antar makanan ini.
Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

























