New York – Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (7/8).
Ketiga indeks utama Wall Street kompak menguat, didorong oleh data ketenagakerjaan yang meleset dari ekspektasi pasar.
Indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi di level 7.757,64 setelah mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen.
Indeks Nasdaq Composite mencatatkan lonjakan paling signifikan sebesar 1,3 persen hingga bertengger di posisi 26.690,62.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut menguat 151,83 poin atau setara 0,28 persen ke level 54.036,93.
Secara kumulatif, ketiga indeks tersebut telah mengukir tren positif selama dua pekan berturut-turut.
Pencapaian mingguan ini menjadi kinerja terbaik sejak April bagi seluruh indeks utama Wall Street tersebut.
S&P 500 tercatat menguat 3,6 persen, Nasdaq melonjak 5,2 persen, dan Dow Jones tumbuh hampir 3 persen sepanjang pekan berjalan.
Sentimen positif ini dipicu oleh laporan non-farm payrolls yang menunjukkan ekonomi AS hanya kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli.
Angka tersebut jauh di bawah prediksi konsensus ekonom yang sebelumnya memperkirakan penambahan 83.000 lapangan kerja.
Meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen, penurunan ini diiringi oleh melemahnya tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah dalam lima tahun terakhir.
Data makroekonomi tersebut mengubah ekspektasi pasar mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Pelaku pasar kini meyakini The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan September mendatang.
Data CME FedWatch menunjukkan mayoritas pedagang kontrak berjangka kini mendukung skenario suku bunga tetap.
Padahal, satu hari sebelumnya, terdapat probabilitas 55 persen bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Chief Investment Officer Nuveen, Saira Malik, menilai data ketenagakerjaan tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum pertumbuhan.
“Angka yang lebih rendah ini membantu meredam narasi The Fed bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga,” ungkap Malik dalam program “Squawk Box” sebagaimana dikutip Senin (10/8).
Di sektor korporasi, saham-saham teknologi dan perangkat lunak menjadi motor penggerak utama indeks.
Emiten Cloudflare melonjak lebih dari 5 persen berkat proyeksi kinerja yang solid untuk kuartal berjalan.
Saham Atlassian mencatatkan reli tajam sebesar 35 persen setelah laba dan pendapatan kuartal keempat melampaui estimasi pasar.
Airbnb juga mencatatkan apresiasi sebesar 17 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan analis.
Sektor semikonduktor turut memberikan kontribusi signifikan, dengan ETF iShares Semiconductor (SOXX) mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 7 persen.
Di sisi lain, harga komoditas energi menunjukkan tren kenaikan di tengah antisipasi pasar terhadap kesepakatan diplomatik AS dan Iran.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September ditutup naik 1,15 persen ke level US$ 78,18 per barel.
Harga minyak mentah Brent juga menguat 1,29 persen ke posisi US$ 83,55 per barel pada penutupan perdagangan Jumat.
























