Jakarta – Selebgram Inara Rusli masih terkejut dan memilih menenangkan diri setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Laporan tersebut, yang diajukan oleh seorang perempuan bernama Wardatina Mawa, menyeret nama Inara dalam dugaan hubungan terlarang dengan suami Wardatina, Insanul Fahmi.
Wardatina Mawa melaporkan Inara pada Sabtu (22/11/2025), menuduhnya menjalin kedekatan dengan suaminya yang berawal dari hubungan profesional dan lingkup kajian yang sama. Dugaan hubungan terlarang ini disebut terjadi sepanjang tahun ini, dengan Wardatina menyerahkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV.
Sejak kabar ini mencuat, perhatian publik langsung tertuju pada sikap Inara. Ia memilih untuk membatasi aktivitasnya di media sosial, termasuk menonaktifkan kolom komentar pada beberapa unggahan Instagramnya. Unggahan terakhirnya di Instagram tercatat pada Kamis (20/11/2025), tanpa ada postingan atau Insta Story terbaru, hanya menyisipkan untaian doa yang diduga menjadi bentuk keteguhan hatinya.
Menurut manajer Inara Rusli, Karina Putri, hingga kini Inara belum memberikan jawaban tegas terkait tuduhan perselingkuhan ini. “Belum ada jawaban yang dari dianya tuh belum yang kayak iya atau tidak,” ujar Karina, menambahkan bahwa Inara dan seluruh tim manajemen kaget dengan laporan yang tiba-tiba ini.
Karina mengungkap bahwa Inara masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum bersedia berbicara lebih jauh kepada publik. Manajemen memberikan ruang pribadi agar Inara dapat mengatur emosinya terlebih dahulu. Meski sudah berkomunikasi via telepon dan pesan, keduanya belum sempat bertemu tatap muka sejak isu ini mencuat.
Di tengah situasi ini, Inara sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Karina. Ia merasa menyesal karena isu yang menimpanya menimbulkan dampak pada pekerjaan dan jadwal yang telah tersusun. Karina menegaskan, permintaan maaf itu bukan bentuk pengakuan atau pembenaran atas tuduhan, melainkan karena dampaknya pada pekerjaan.
Beberapa pekerjaan terpaksa dihentikan sementara sampai situasi menjadi lebih jelas. Karina menyebut, banyak klien yang meminta penjelasan lebih dulu sebelum melanjutkan proyek yang telah direncanakan. “Pasti ada dampaknya. Banyak klien yang bertanya,” lanjut Karina.
Inara memilih untuk beristirahat sejenak dari aktivitas publik, menghentikan sementara kegiatan profesional dan pertemuan media. Karina menjelaskan, Inara membutuhkan waktu personal untuk memproses situasi sebelum mengambil langkah selanjutnya. Ia juga memastikan bahwa ketidakhadiran Inara bukan bentuk menghindar dari media atau publik, melainkan kebutuhan untuk mencerna keadaan.
Selama masa jeda ini, Karina dan tim manajemen juga menghentikan aktivitas profesional sambil menunggu hasil pembicaraan internal lebih lanjut. Diskusi dengan pengacara, keluarga, dan pihak bisnis akan menjadi dasar untuk menentukan arah pernyataan resmi berikutnya. Karina menambahkan, Inara memiliki kekhawatiran terkait dampak isu ini terhadap anak-anaknya, namun situasi keluarga dinilai masih aman karena anak-anak sedang bersama ayahnya.
Publik kini masih menantikan kelanjutan proses hukum serta langkah yang akan diambil Inara Rusli setelah pembahasan internal dengan timnya selesai. Karina memastikan bahwa seluruh langkah dan pernyataan resmi baru akan disampaikan setelah Inara siap.

























