IHSG 10.000: Analis Kupas Peluang dan Tantangan Terwujudnya

persen

Jakarta – Optimisme melambung di awal tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menyentuh level 10.000 pada tahun 2026.

Target ambisius ini dinilai realistis seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi dan sinergi kebijakan fiskal serta moneter. Purbaya bahkan menyebut level tersebut bisa saja terlampaui jika koordinasi kebijakan berjalan optimal.

“(IHSG) 10.000 tahun depan? Oh lebih lah. Lebih kalau tahun depan ya,” ujarnya dalam sebuah kesempatan, meyakini prospek pasar modal Indonesia semakin cerah.

Keyakinan ini didukung oleh analis pasar modal. Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai target IHSG 10.000 sangat mungkin tercapai dengan catatan adanya dukungan fundamental yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, IHSG mencetak rekor tertinggi baru dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun. Pertumbuhan investor domestik, likuiditas pasar yang terjaga, dan ketahanan indeks di tengah tekanan global menjadi faktor pendorong utama.

Namun, Hendra mengingatkan, pertumbuhan laba emiten, terutama saham-saham berkapitalisasi besar, tetap menjadi kunci. Selain itu, kembalinya arus modal asing, stabilitas inflasi, nilai tukar rupiah yang terkendali, serta keberlanjutan IPO berkualitas akan memperkuat struktur pasar modal.

Meski demikian, sentimen global tetap menjadi perhatian. Memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela berpotensi meningkatkan risiko di pasar keuangan.

Hingga Senin (5/1/2026) pukul 15.07 WIB, IHSG berada di level 8.820,78, naik 0,83 persen.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menambahkan bahwa pergerakan positif IHSG tidak lepas dari lanjutan Santa Claus Rally di akhir Desember 2025, serta mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026.

Investor juga menantikan perkembangan perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Acara Consumer Electronics Show di Las Vegas, yang menampilkan CEO Nvidia dan AMD, akan menjadi sorotan.

Rekomendasi