Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggencarkan digitalisasi 153 pasar tradisional.
Upaya ini melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tim penilai dalam sebuah perlombaan.
Bank-bank nasional, termasuk Himbara dan Bank Jakarta, turut mendampingi proses digitalisasi ini.
Menurut keterangan Pramono, pendekatan kolaboratif ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian Jakarta.
“Kami telah bekerja sama dengan baik bersama BI dan OJK, terutama dalam digitalisasi sistem pembayaran,” ujarnya.
Pramono juga mengapresiasi kontribusi BI dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat pertumbuhan berkelanjutan.
Kerja sama ini akan terus diperkuat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi di Jakarta.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Jakarta akan terus tumbuh dan bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing,” kata Pramono.
Transformasi ini akan dilanjutkan melalui penguatan ekonomi, infrastruktur, sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berhasil mendorong perputaran ekonomi pada momentum Natal dan Tahun Baru melalui perlombaan diskon pusat perbelanjaan dan ornamen hotel.
Tercatat transaksi ekonomi Jakarta mencapai Rp15,2 triliun hingga 12 Januari 2026, dengan tingkat hunian hotel di sejumlah koridor utama hampir menyentuh 100 persen.
Capaian ini sejalan dengan persiapan Jakarta menuju kota global.




















