Padang – Gedung Abdullah Kamil, ikon budaya Minangkabau, akan kembali diresmikan pada Jumat, 23 Januari 2026.
Peresmian ini menandai rampungnya penataan dan aktivasi sarana prasarana kebudayaan yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan gedung bersejarah ini.
Acara peresmian akan dimeriahkan dengan diskusi panel bertema “Diplomasi Budaya Minangkabau”.
Diskusi ini akan menghadirkan budayawan, akademisi, dan pemerhati sejarah untuk membahas peran penting budaya Minangkabau dalam diplomasi.
Edy Utama, salah seorang pekerja budaya yang terlibat dalam aktivasi gedung, menjelaskan bahwa tema diskusi dipilih untuk menghormati sosok Abdullah Kamil.
“Gedung Abdullah Kamil sejak awal memang diniatkan sebagai rumah diplomasi budaya,” ujar Edy, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, Abdullah Kamil adalah contoh nyata bagaimana budaya Minangkabau dapat dibawa ke panggung dunia melalui jalur diplomasi.
Gedung Abdullah Kamil memiliki nilai sejarah yang kuat bagi Sumatera Barat dan Indonesia.
Dibangun sejak akhir tahun 1988 oleh Yayasan Genta Budaya, gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 7 Maret 1992.
“Dengan penataan dan aktivasi yang dilakukan saat ini, kita berharap Gedung Abdullah Kamil tidak hanya menjadi bangunan fisik,” kata Edy.
Ia berharap gedung ini dapat kembali menjadi ruang dialog, ekspresi, dan pengembangan kebudayaan Minangkabau.
Keberadaan gedung ini diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan peradaban, tidak hanya bagi Minangkabau dan Indonesia, tetapi juga dalam konteks budaya dunia.
“Ini adalah warisan pemikiran dan perjuangan almarhum Abdullah Kamil. Sudah sepantasnya kita melanjutkan semangat beliau,” tuturnya.
Edy Utama mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peresmian ini sebagai refleksi atas pentingnya kebudayaan dalam membangun identitas dan peradaban.
Siapakah Abdullah Kamil?
Abdullah Kamil adalah seorang diplomat senior Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk diplomasi, pers, dan kebudayaan Minangkabau.
Lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 27 Desember 1919, Abdullah Kamil mengawali kariernya sebagai wartawan sebelum terjun ke dunia diplomasi.
Ia pernah bertugas di berbagai negara dan organisasi internasional, termasuk PBB.
Di akhir hayatnya, Abdullah Kamil kembali ke akar budayanya dan mendirikan Yayasan Genta Budaya di Padang untuk melestarikan kebudayaan Minangkabau.
Gedung Abdullah Kamil menjadi simbol dedikasi seorang wartawan, diplomat, dan budayawan yang menjembatani Indonesia dengan dunia.





















