Manado – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan mengalami kenaikan di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak membebani masyarakat melalui kenaikan harga energi bersubsidi. Bahlil menegaskan pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar terbaik agar pasokan tetap terjaga tanpa harus menaikkan harga.
“Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar,” ujar Bahlil usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/4).
Bahlil menjelaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dan pangan. Kementerian ESDM kini fokus meminimalkan ketergantungan impor dengan mengoptimalkan sumber daya alam domestik.
Saat ini, pemerintah memastikan stok nasional dalam kondisi aman. Cadangan BBM tercatat cukup untuk 20 hari ke depan, sementara stok LPG aman untuk 10 hari ke depan.
Data Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari untuk periode 2024-2026. Konsumsi ini didominasi oleh bensin sekitar 100 ribu KL per hari dan solar sekitar 111 ribu KL per hari pada 2026.
Namun, produksi domestik saat ini baru mencapai 600 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut memaksa Indonesia masih bergantung pada impor, di mana lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi dari luar negeri, terutama dari Singapura dan Malaysia.
Manado – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan mengalami kenaikan di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak membebankan kenaikan harga kepada masyarakat. Bahlil menegaskan pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar terbaik agar harga tetap terjaga.
“Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar,” ujar Bahlil usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/4).
Bahlil menjelaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dan pangan. Kementerian ESDM kini fokus meminimalkan ketergantungan pada impor dengan mengoptimalkan sumber daya alam domestik.
Saat ini, pemerintah memastikan stok nasional dalam kondisi aman. Cadangan BBM tercatat cukup untuk 20 hari ke depan, sementara stok LPG aman untuk 10 hari ke depan.
Data Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari untuk periode 2024-2026. Konsumsi tersebut didominasi oleh bensin sekitar 100 ribu KL per hari dan solar sekitar 111 ribu KL per hari pada 2026.
Namun, produksi domestik saat ini baru mencapai 600 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut memaksa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi lebih dari 59 persen kebutuhan nasional, yang sebagian besar dipasok dari Singapura dan Malaysia.





















