Jakarta – Investor asing kembali menunjukkan dominasi aksi jual di pasar modal Indonesia pada perdagangan sesi pertama, Selasa (30/6).
Data perdagangan menunjukkan angka penjualan bersih atau net foreign sell mencapai Rp 699,84 miliar.
Aksi lepas saham ini dipicu oleh tingginya volume penjualan yang dilakukan investor mancanegara di tengah sesi perdagangan.
Total nilai pembelian yang dilakukan investor asing tercatat sebesar Rp 3,40 triliun.
Namun, angka tersebut tidak mampu menutupi nilai penjualan yang menyentuh Rp 4,10 triliun.
Tekanan jual ini mempertegas tren keluarnya modal asing dari pasar saham domestik yang terus berlanjut sepanjang tahun berjalan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama aksi jual para investor asing.
Total nilai jual bersih pada emiten perbankan tersebut mencapai Rp 413,22 miliar.
Volume penjualan bersih untuk saham BBCA sendiri tercatat sebanyak 72,21 juta lembar saham.
Selain BBCA, sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar lainnya juga mengalami tekanan jual serupa.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dilepas dengan nilai jual bersih sebesar Rp 93,48 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 89,59 miliar.
Daftar saham yang banyak dilepas investor asing pada sesi I meliputi AADI dengan nilai Rp 41,51 miliar dan ASII sebesar Rp 39,88 miliar.
Emiten lain yang turut masuk dalam daftar jual bersih adalah BUMI, BRMS, DSSA, DEWA, ADRO, TINS, TLKM, PGAS, NCKL, ITMG, SMGR, ADMR, MDKA, MIKA, serta JSMR.
Di tengah derasnya arus keluar modal, investor asing tetap melakukan akumulasi pada beberapa saham tertentu.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih mencapai Rp 61,24 miliar.
Volume pembelian pada saham TPIA tercatat sebanyak 36,58 juta lembar saham.
Selain TPIA, terdapat 19 saham lainnya yang mencatatkan nilai beli bersih atau net foreign buy terbesar.
Saham tersebut meliputi AMMN senilai Rp 14,28 miliar dan BREN sebesar Rp 12,58 miliar.
Daftar pembelian asing lainnya mencakup saham BRPT, PTRO, EMAS, BNBR, RAJA, BIPI, ANTM, ESSA, TCPI, VKTR, IMPC, UNVR, INDF, PGEO, CUAN, KLBF, serta PNBN.
Pergerakan arus modal ini menjadi cerminan dari sentimen pasar yang masih dipenuhi oleh ketidakpastian ekonomi global.
Para pelaku pasar terus memantau fluktuasi IHSG sebagai respons atas kebijakan moneter dan dinamika harga komoditas terkini.
Analis pasar modal melihat bahwa aksi jual bersih ini merupakan bagian dari strategi penyeimbangan portofolio investor institusi global.
Ketahanan pasar domestik ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan kinerja fundamental emiten di kuartal mendatang.
Investor tetap disarankan untuk mencermati pergerakan harga saham secara teknikal guna mengantisipasi volatilitas yang mungkin masih akan terjadi hingga penutupan perdagangan sesi kedua.























