Pegadaian Kirim Tujuh Karyawan Tempuh Studi Magister Luar Negeri

PT Pegadaian lepas tujuh karyawan terpilih untuk studi magister di universitas internasional sebagai bagian program beasiswa internal guna mencetak pemimpin masa depan berwawasan global dan inovatif.

persen

pegadaian-kirim-tujuh-talenta-terbaik-tempuh-magister-di-luar-negeri
Pegadaian Kirim Tujuh Talenta Terbaik Tempuh Magister di Luar Negeri

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) resmi melepas tujuh karyawan terpilih untuk menempuh pendidikan magister di berbagai universitas ternama dunia.

Langkah ini merupakan bagian dari program beasiswa internal perusahaan guna mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif di kancah global.

Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, menegaskan bahwa pengiriman karyawan ke luar negeri adalah strategi kunci untuk mengakselerasi transformasi bisnis perusahaan.

Ia menyatakan bahwa program beasiswa ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun pemimpin masa depan yang berwawasan global, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.

Para penerima beasiswa tersebut nantinya akan mendalami berbagai bidang strategis, mulai dari hukum finansial, teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga manajemen lingkungan.

Tribuana menambahkan bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah langkah jangka panjang untuk melahirkan talenta unggul yang mampu membawa praktik bisnis terbaik dunia ke dalam organisasi.

Para karyawan terpilih ini berhasil lolos setelah melewati proses seleksi ketat selama hampir satu tahun, mulai dari April 2025 hingga Maret 2026.

Tahapan seleksi mencakup pemeriksaan rekam jejak kinerja, tes bahasa asing, asesmen etika, hingga wawancara langsung dengan jajaran direksi.

Seluruh peserta nantinya akan menempuh studi di kampus bergengsi seperti Imperial College London, University of Edinburgh, Australian National University, serta University of Melbourne.

Keberangkatan para penerima beasiswa dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga September 2026 sesuai dengan kalender akademik masing-masing universitas.

Rekomendasi