Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menargetkan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta mencapai 6,3 hingga 7,4 persen pada tahun 2027. Target ini ditetapkan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan sebesar 6,3 hingga 7,5 persen.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN, Vivi Yulaswati, menyatakan harapan agar Jakarta mampu mendorong pertumbuhannya pada kisaran tersebut. Pertumbuhan ini diharapkan disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta ketimpangan.
Jakarta memegang peranan krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai pusat perekonomian nasional, ibu kota menyumbang sekitar 16,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Untuk mencapai target tersebut, penguatan struktur industri menjadi prioritas. Saat ini, struktur industri Jakarta masih didominasi oleh sektor perdagangan, industri, dan jasa keuangan.
Selain itu, perbaikan iklim investasi dan pembangunan infrastruktur serta konektivitas juga perlu terus digalakkan. Pembangunan ini mencakup wilayah yang masih membutuhkan peningkatan, seperti Kepulauan Seribu.
Vivi menyoroti pentingnya pemerataan investasi di dalam wilayah Jakarta. Meskipun Jakarta menjadi motor investasi nasional, distribusi investasi di dalamnya masih belum merata.
Oleh karena itu, kebijakan investasi perlu diarahkan agar lebih inklusif. Tujuannya adalah mendorong pemerataan dan peningkatan nilai tambah di setiap wilayah.
Pengembangan sektor pariwisata dan kawasan baru juga dinilai penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,21 persen sepanjang tahun 2025. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada periode tersebut mencapai Rp3.926,15 triliun.






















