Washington – Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia kembali menjalin hubungan dengan Venezuela, langkah yang membuka peluang bagi aliran dana ke negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia itu. Keputusan ini sekaligus memperkuat posisi pemerintah sementara Venezuela di tengah perubahan politik setelah Presiden Nicolas Maduro digulingkan dan diadili oleh Amerika Serikat.
IMF menyatakan Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva telah mengumumkan lembaga itu kini kembali berhubungan dengan Pemerintah Venezuela di bawah Presiden Sementara Delcy Rodriguez. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (17/4) di sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia yang digelar selama sepekan di Washington.
Dalam pernyataannya, IMF menegaskan langkah itu diambil sejalan dengan pandangan negara-negara anggota yang mewakili mayoritas suara di lembaga tersebut. Beberapa jam setelah pengumuman IMF, pemerintah Venezuela menyatakan akan kembali mengakui hubungan dengan institusi moneter itu yang sejak 2019 membeku.
“Kami menormalisasi semua proses yang melibatkan hak-hak Venezuela di organisasi tersebut,” kata Rodriguez.
Sebelumnya, IMF meminta pandangan para anggotanya mengenai apakah Rodriguez dianggap sebagai pemimpin sah Venezuela. Bank Dunia kemudian mengikuti langkah IMF dengan mengumumkan pemulihan hubungan dengan pemerintah Rodriguez.
“Dipandu oleh hasil proses jajak pendapat IMF, Bank Dunia hari ini mengumumkan melanjutkan kembali hubungan dengan Pemerintah Venezuela, di bawah pemerintahan Presiden Sementara Delcy Rodriguez,” demikian pernyataan Bank Dunia.
Pengakuan ini membuka jalan bagi dimulainya pengumpulan data ekonomi secara resmi, pemberian nasihat teknis, hingga kemungkinan bantuan keuangan jika Venezuela memintanya. Langkah tersebut juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor swasta asing yang selama ini ragu menanamkan modal di negara itu.
Henry Ziemer dari Center for Strategic and International Studies menilai pengakuan institusional dari IMF dan Bank Dunia menjadi sinyal penting bagi legitimasi Rodriguez.
“Trump sering dan secara terbuka berbicara tentang betapa ia menyukai Delcy, dan seberapa erat mereka bekerja sama,” kata Henry Ziemer.
“Namun pengakuan institusional ini merupakan langkah penting berikutnya-melampaui hubungan personal menuju institusi. Ini penting bagi citra legitimasi Delcy,” ujarnya.
Hubungan IMF dan Bank Dunia dengan Venezuela sempat memburuk pada Maret 2019, ketika IMF mengakui pihak oposisi yang saat itu menguasai parlemen sebagai pemerintah sah negara tersebut. Secara finansial, hubungan keduanya dengan Venezuela sebenarnya telah lama terputus sebelum perpecahan politik itu terjadi.
Penilaian resmi terakhir IMF terhadap ekonomi Venezuela dilakukan pada 2004. Sementara itu, Caracas melunasi kewajibannya kepada Bank Dunia pada 2007.
Di balik pengakuan itu, Amerika Serikat juga disebut mendorong keterlibatan yang lebih besar dengan Venezuela di bawah kepemimpinan Rodriguez. Pada Selasa lalu, Washington melonggarkan sanksi terhadap Bank Sentral Venezuela.
Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden hingga awal Januari, kemudian ditunjuk sebagai presiden sementara setelah Nicólas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi malam oleh pasukan AS. Ia menjadi perempuan pertama yang memimpin Venezuela.
Meski mendapat dukungan dari Trump dan lembaga keuangan dunia, posisi Rodriguez belum sepenuhnya aman. Pekan lalu, oposisi Venezuela menyerukan pemilihan presiden baru dengan merujuk pada konstitusi negara itu.





















