BGN Perkuat ASEAN Bahas Gizi Sekolah dan Ketahanan Pangan

persen

bgn-perkuat-kerja-sama-asean-untuk-program-makan-bergizi-gratis-dan-ketahanan-pangan-regional
BGN Perkuat Kerja Sama ASEAN untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Regional

Semarang – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong penguatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN melalui forum regional untuk berbagi praktik terbaik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diarahkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan.

Upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan ASEAN-ID Nourish: Forum on Healthy School Meals and Nutrition for Human Capital Development and Resilient Food System yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 27-29 April 2026.

Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran mengatakan forum ini menjadi ruang penting bagi negara-negara ASEAN untuk saling bertukar pengalaman terkait penyediaan makanan bergizi di sekolah.

“Forum ini menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penyediaan makanan bergizi di sekolah. Kami percaya bahwa penyediaan makanan yang aman, bergizi, dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan,” ujarnya.

Sekitar 50 peserta dari 11 negara ASEAN mengikuti forum tersebut. Kegiatan ini juga melibatkan mitra eksternal, sekretariat ASEAN, dan sejumlah organisasi internasional.

Forum ini selaras dengan deklarasi para pemimpin ASEAN pada 2023 yang menekankan penguatan ketahanan pangan dan gizi di tengah krisis global.

Dalam forum itu, BGN juga menyoroti pentingnya pertukaran pengetahuan serta penguatan kebijakan program makanan sekolah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Suardi mengatakan, pembahasan juga mencakup peran UMKM, koperasi, dan pelaku lokal dalam mendukung pasokan bahan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui rantai pasok program makanan sekolah.

“Dalam forum ini kita juga akan membahas peran strategis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta pelaku lokal dalam mendukung penyediaan bahan pangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui rantai pasok program makanan sekolah,” katanya.

Para peserta dijadwalkan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang untuk melihat langsung pelaksanaan program MBG di lapangan.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan rantai pasok pangan lokal, keamanan dan higienitas makanan, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pemantauan program.

Melalui forum ini, BGN berharap kerja sama regional ASEAN tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret yang berdampak pada peningkatan gizi anak dan pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Rekomendasi