Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti adanya kesenjangan dalam distribusi manfaat ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski perputaran dana program ini mencapai lebih dari Rp120 triliun per tahun, dampaknya dinilai belum sepenuhnya menyentuh pelaku usaha kecil di tingkat akar rumput.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa petani, peternak, nelayan, hingga koperasi dan UMKM lokal masih kesulitan terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok program tersebut. Padahal, program ini memiliki potensi besar untuk menyerap hingga 1,2 juta tenaga kerja.
“Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum mampu terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok,” ujar Luhut.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut usai melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Dalam pertemuan itu, Luhut menyerahkan hasil survei lapangan terkait evaluasi tata kelola program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Luhut menegaskan bahwa tantangan utama MBG saat ini bukan terletak pada penyediaan fasilitas dapur, melainkan pada penguatan ekosistem rantai pasok dan tata kelola kemitraan. Menurutnya, persoalan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, hingga lembaga pengawasan.
“Sesuai keinginan Presiden, saya kembali mengingatkan bahwa program sebesar ini harus dikelola dengan berorientasi kepada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tata kelola dan pengawasannya berjalan lebih akuntabel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa DEN siap bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk merumuskan langkah strategis. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan MBG tidak hanya efisien, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Hasil kajian yang kami serahkan hari ini merupakan bentuk komitmen penuh kami agar pelaksanaan MBG semakin akuntabel, efisien, dan membawa dampak ekonomi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


















