IHSG Berpotensi Rebound ke 7.300 Usai Pengumuman MSCI, Simak Skenarionya

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki potensi untuk kembali menguat dan menyentuh level 7.300 dalam jangka menengah, meski saat ini pasar tengah merespons pengumuman hasil rebalancing MSCI periode Mei 2026.

Tim Riset Kiwoom Sekuritas menilai bahwa tekanan pasar yang terjadi pasca pengumuman MSCI tidak seburuk kekhawatiran investor sebelumnya. Hal ini dikarenakan sebagian besar tekanan jual sebenarnya sudah diserap pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa tekanan jual tidak tersebar merata, melainkan terkonsentrasi pada saham tertentu, terutama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). Kedua saham tersebut menjadi pusat dari tekanan yang terjadi saat ini.

Estimasi arus keluar modal asing (foreign outflow) pun kini dianggap lebih realistis. Angka foreign net sell year-to-date sekitar Rp49 triliun dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan efek MSCI, mengingat investor global sudah melakukan penyesuaian posisi sebelum tanggal efektif implementasi pada 29 Mei 2026.

Di sisi lain, pasar saat ini masih dibayangi oleh sentimen eksternal, seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus level Rp17.500, konflik geopolitik di Iran, hingga tingginya imbal hasil US Treasury.

Kendati demikian, Kiwoom menyoroti adanya katalis positif yang sering terabaikan. Status Indonesia sebagai Emerging Market dipastikan tetap aman dan tidak turun menjadi Frontier Market. Fenomena penghapusan saham dari indeks MSCI juga bersifat global, di mana terdapat 101 saham yang dihapus dari indeks secara keseluruhan.

Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk menerapkan strategi wait and see hingga tekanan pasar mereda. IHSG diproyeksikan akan bergerak dengan area support di kisaran 6.745 hingga 6.762, dengan potensi resistance terdekat pada level 6.980 hingga 7.015.

Pemulihan indeks menuju target 7.300 di jangka menengah diyakini dapat tercapai apabila upaya reformasi pasar modal mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca.

Rekomendasi