Jakarta – Pemerintah Indonesia didesak segera melakukan langkah diplomatik untuk menyelamatkan jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang dikabarkan ditahan oleh militer Israel. Pria yang akrab disapa Abeng tersebut dilaporkan diculik saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotila 2026.
Kepastian mengenai penahanan tersebut mencuat setelah beredarnya video singkat di akun Instagram resmi Republika Online. Dalam rekaman itu, Abeng tampak memegang paspor Indonesia dan menjelaskan kondisi dirinya yang berada dalam penguasaan otoritas militer Israel.
“Saya Bambang Noroyono alias Abeng. Saya warga negara Indonesia, dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotila 2026,” ujar Abeng dalam video tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama rombongan kapal kemanusiaan dicegat militer Israel saat hendak mengirimkan bantuan medis dan kebutuhan pokok ke Jalur Gaza. Abeng menegaskan agar pesan tersebut diteruskan kepada pemerintah agar dirinya segera dibebaskan.
Dalam pesannya, Abeng juga menitipkan harapan agar insiden yang menimpanya tidak menggoyahkan sikap politik luar negeri Indonesia. Ia meminta pemerintah tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Hingga saat ini, pihak keluarga maupun kolega belum dapat menghubungi Abeng. Jejak digital terakhir menunjukkan Abeng sempat membagikan titik lokasi di Laut Mediterania, tepatnya di perairan antara Turki dan Siprus, pada pukul 01.46 WIB dini hari tadi.
Misi Menembus Blokade Gaza 2.0 yang diikuti oleh Abeng merupakan inisiatif koalisi sipil internasional. Gerakan ini berfokus pada upaya menembus blokade laut ilegal di Gaza demi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil yang terjebak dalam konflik.
























