Badan Gizi Nasional Tegaskan Program MBG Tidak Sediakan Formula

persen

bgn-respons-kritik-idai-soal-pemberian-susu-formula-di-program-mbg
BGN Respons Kritik IDAI soal Pemberian Susu Formula di Program MBG

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam keberlangsungan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Pihak BGN menegaskan tidak ada intervensi susu formula bagi bayi dalam program tersebut.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa kekhawatiran yang dilayangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kemungkinan besar dipicu oleh pemahaman yang kurang menyeluruh terhadap petunjuk teknis (juknis) program.

“Untuk bayi 0-6 bulan, tidak ada intervensi formula bayi dalam program MBG. Tidak ada. MBG tidak menyediakan opsi sama sekali untuk formula bayi. Itu yang perlu dipahami,” tegas Sony di SMAN 28, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).

Sony menambahkan, penyusunan kebijakan MBG telah merujuk pada regulasi kesehatan nasional, termasuk UU Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024, serta rekomendasi WHO terkait perlindungan ASI. Pihaknya juga mengklaim telah melibatkan para ahli dan profesor dalam perumusan program tersebut.

Sebagai langkah tindak lanjut, BGN berencana melakukan pertemuan dengan IDAI dalam waktu dekat untuk menyamakan persepsi.

“Insyaallah minggu depan, secepatnya, kami akan berkomunikasi dengan IDAI supaya kita menyamakan pemahaman,” ujar Sony.

Sebelumnya, IDAI melayangkan surat terbuka kepada BGN melalui media sosial. Asosiasi dokter anak tersebut menyoroti risiko kebijakan distribusi susu formula massal yang dinilai dapat memicu ibu berhenti menyusui.

IDAI menekankan bahwa ASI memiliki komponen bioaktif yang tidak bisa digantikan oleh susu formula. Mereka mendesak BGN untuk melakukan sinkronisasi kebijakan dengan Kementerian Kesehatan serta membatasi pemberian susu formula hanya berdasarkan indikasi medis dan rekomendasi dokter.

Rekomendasi