Blora – Perum Bulog berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi di sektor pergulaan dengan memprioritaskan dialog bersama para petani tebu di Kabupaten Blora. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika operasional industri gula yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani, tenaga kerja, hingga sektor transportasi lokal.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang komunikasi konstruktif guna memastikan penyaluran hasil panen tebu berjalan lancar. Bulog memandang aspirasi masyarakat sebagai masukan penting dalam menjaga ekosistem industri gula tetap kondusif.
“Kami menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani serta menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Tomi Wijaya, Senin (1/6).
Tomi menambahkan, Bulog mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan ketertiban dan keamanan di lapangan. Hal ini dinilai krusial agar proses penanganan kendala operasional dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, Bulog memastikan akan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional yang berkelanjutan.






















